ASIAWORLDVIEW – Sebagian besar orang mengalami keinginan kuat untuk makan makanan tertentu, khususnya dessert yang manis. Penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 90% orang merasakan hal tersebut. Makanan manis, seperti cokelat, kue, permen, dan es krim, merupakan beberapa makanan yang paling sering diinginkan, mengutip Health, Minggu (14/9/2025).
Pakar kesehatan menyarankan untuk menikmati makanan manis hanya sesekali saja, tanpa berlebihan. Jika mengkonsumsi dalam jumlah yang banyak, dapat meningkatkan risiko Anda terkena beberapa kondisi kesehatan, seperti penyakit jantung dan gangguan hati.
Fenomena ini bukan sekadar kebiasaan, melainkan respons biologis dan psikologis yang umum terjadi. Makanan manis merangsang pusat penghargaan di otak, melepaskan dopamin yang memberikan rasa senang dan nyaman. Faktor lain seperti stres, kurang tidur, atau pola makan yang terlalu ketat juga dapat memperkuat keinginan ini. Meski wajar, konsumsi berlebihan makanan manis dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan seperti diabetes, penyakit jantung, dan gangguan metabolik, sehingga penting untuk mengelolanya dengan bijak melalui pola makan seimbang dan kesadaran diri.
Menjaga kadar gula darah yang stabil penting untuk mengurangi keinginan mengonsumsi gula. Kadar gula darah memengaruhi regulasi otak terhadap asupan makanan. Studi menunjukkan bahwa orang dengan diabetes tipe 2 yang memiliki kontrol gula darah yang tidak terkendali cenderung memiliki tingkat lapar hedonik yang lebih tinggi (konsumsi makanan untuk kesenangan, bukan untuk energi). Mereka juga memiliki keinginan yang lebih besar untuk mengonsumsi makanan manis dibandingkan dengan orang yang memiliki kontrol diabetes yang baik.
Baca Juga: Mau Sehat? Kurangi Konsumsi Daging Olahan hingga Minuman Manis

Penelitian juga menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan dengan indeks glikemik (GI) tinggi dapat meningkatkan rasa lapar dan merangsang area otak yang terkait dengan penghargaan makanan dan keinginan setelah makan.
Indeks glikemik (GI) adalah alat untuk menilai dampak makanan terhadap kadar gula darah. Makanan dengan GI tinggi memiliki dampak yang lebih cepat pada kadar gula darah, menyebabkan kenaikan dan penurunan glukosa yang lebih signifikan, yang dapat memengaruhi keinginan—termasuk keinginan akan gula.
Selain itu, mengonsumsi makanan tinggi protein dan serat dapat membantu menstabilkan kadar gula darah dan membuat Anda merasa lebih kenyang, mengurangi rasa lapar, dan meminimalkan keinginan akan gula.
Protein dan serat membantu memperlambat pencernaan dan meningkatkan kadar hormon kenyang (satiety), seperti peptida glukagon-seperti 1 (GLP-1), kolesistokinin (CCK), dan peptida YY (PYY).89
Meningkatkan asupan protein dan serat dapat mengurangi rasa lapar dan keinginan makan, termasuk keinginan makan gula. Mengonsumsi lebih banyak serat dan protein dapat membantu Anda merasa lebih puas, yang mungkin mengurangi ngemil dan keinginan mengonsumsi gula.
