ASIAWORLDVIEW – Campak merupakan penyakit menular yang biasanya dapat sembuh dengan sendirinya pada individu dengan sistem kekebalan tubuh yang baik. Namun, pada kelompok rentan seperti anak-anak yang belum divaksinasi, orang dengan imunitas lemah, atau penderita malnutrisi, campak dapat menimbulkan komplikasi serius.
Dr. dr. Adityo Susilo, Sp.PD, K-PTI, FINASIM menjelaskan, Rabu (1/4/2026), jika daya tahan tubuh seseorang dalam kondisi baik, umumnya pasien campak dapat pulih tanpa mengalami komplikasi serius. Sistem kekebalan yang kuat mampu melawan infeksi virus secara efektif, sehingga gejala seperti demam, batuk, dan ruam kulit akan mereda dengan sendirinya dalam beberapa hari hingga minggu.
“Proses pemulihan biasanya berlangsung secara alami, tanpa memerlukan intervensi medis khusus, selama pasien tetap menjaga istirahat, asupan nutrisi, dan hidrasi yang cukup. Namun, tetap penting untuk memantau kondisi agar tidak terjadi perburukan, terutama pada anak kecil atau individu dengan faktor kesehatan tertentu,” ia menjelaskan.
Baca Juga: Campak Mulai Mewabah di Indonesia, Waspadai Gejala Mirip Flu Atau Demam Ringan
“Virus penyebab penyakit campak bisa menyebar ke berbagai organ tubuh dan memicu komplikasi pada individu yang kekebalan tubuhnya sedang menurun. Kelompok rentan yang berisiko mengalami komplikasi akibat campak mencakup individu dengan malnutrisi, orang dengan gangguan sistem imun seperti HIV/AIDS, penderita kanker yang menjalani kemoterapi, serta ibu hamil,” tambahnya.
Komplikasi tersebut meliputi infeksi telinga, pneumonia, diare berat, hingga peradangan otak (ensefalitis). Meskipun sebagian besar kasus dapat pulih secara alami, penting untuk tetap mewaspadai risiko pada kelompok rentan dan memastikan pencegahan melalui vaksinasi serta pemantauan medis bila gejala memburuk.
Vaksin campak sangat penting karena berfungsi sebagai langkah pencegahan utama terhadap penyakit yang sangat menular ini. Dengan vaksinasi, tubuh membentuk kekebalan yang mampu melawan virus campak sehingga risiko tertular maupun mengalami komplikasi serius dapat ditekan secara signifikan.
Selain melindungi individu, vaksin juga berperan dalam menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity), yang membantu melindungi orang-orang yang tidak dapat divaksinasi, seperti bayi atau individu dengan kondisi medis tertentu.
Upaya vaksinasi massal terbukti menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat campak di berbagai negara, menjadikannya salah satu intervensi kesehatan masyarakat yang paling efektif dalam menjaga keselamatan dan kualitas hidup.
