Bitcoin Konsolidasi di USD83.500, Pasar Derivatif Lebih Sehat

Bitcoin

ASIAWORLDVIEW – Harga Bitcoin (BTC) bergerak dalam fase konsolidasi yang cukup ketat di sekitar level USD83.000 hingga USD83.600 pada Kamis (1/10/2026). Faktor dominan yang membentuk pergerakan Bitcoin hari ini adalah rilis data Personal Consumption Expenditures (PCE) Amerika Serikat untuk bulan Agustus, yang diumumkan pada 30 September waktu setempat. Data menunjukkan inflasi bulanan sebesar 0,3%, lebih rendah dari perkiraan ekonom sebesar 0,4%.

Sementara inflasi inti PCE secara tahunan berada di 3,0%, di bawah ekspektasi sebelumnya sebesar 3,3%. Data ini penting bagi Bitcoin karena arah kebijakan moneter Federal Reserve sangat sensitif terhadap perkembangan inflasi; ketika inflasi menunjukkan tanda-tanda lebih moderat, tekanan bagi The Fed untuk kembali menaikkan suku bunga dapat berkurang.

Pasar langsung merespons positif, Bitcoin sempat menembus USD85.000 dalam perdagangan global, dan imbal hasil Treasury AS tenor dua tahun bergerak turun setelah data tersebut dirilis. Namun, kenaikan itu tidak bertahan lama. Bitcoin kembali tertekan ke bawah USD84.000 setelah imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun kembali naik ke level 5,3%. Angka tertinggi sejak 2007.

Baca Juga: Bitcoin Bertahan di USD83.500 di Tengah Momentum yang Melemah

Kenaikan yield ini membuat aset berbasis dolar dan instrumen pendapatan tetap menjadi lebih menarik secara relatif, sekaligus meningkatkan biaya peluang (opportunity cost) untuk memegang Bitcoin yang tidak menghasilkan bunga atau dividen.

Di sisi positif, arus masuk ke ETF Bitcoin spot AS masih menjadi penopang yang signifikan bagi struktur permintaan Bitcoin. ETF Bitcoin spot mencatat net inflow selama sembilan sesi berturut-turut hingga 30 September, dengan total sekitar USD3,08 miliar sejak 17 September.

Indeks Fear & Greed Kripto berada di angka 74, naik tiga poin dari 71 pada hari sebelumnya, dan tetap berada dalam kategori “greed” (keserakahan). Kenaikan indeks ini di tengah harga yang sideways menunjukkan bahwa sentimen pasar secara keseluruhan masih relatif stabil dan tidak berubah menjadi panik, meskipun ada tekanan dari pasar obligasi.

Dari sisi on-chain, analisis Santiment menunjukkan bahwa dompet yang memegang antara 10 hingga 10.000 BTC telah mengakumulasi 41.025 Bitcoin dalam 10 hari terakhir, dengan total kepemilikan kelompok ini kini mencapai 13,64 juta BTC atau setara 67,93% dari total pasokan Bitcoin. Ini merupakan level tertinggi sejak reli pertengahan Agustus. Menariknya, akumulasi ini terjadi di saat investor ritel justru berada di pinggir lapangan dan tidak mengikuti pergerakan harga.

Akumulasi whale yang agresif di tengah konsolidasi harga sering kali menjadi sinyal awal bahwa pemain besar melihat nilai jangka panjang pada level-level saat ini, sementara ritel yang menunggu justru berpotensi masuk pada harga yang lebih tinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *