ASIAWORLDVIEW – Pemerintah Indonesia terus melanjutkan program stimulus ekonomi pada paruh kedua tahun 2025 melalui beberapa program yang sedang berjalan. Misalnnya, subsidi upah dan pembebasan pajak penghasilan (PPh) bagi pekerja di sektor-sektor tertentu.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan pengumuman tersebut. Menurutnya, program subsidi upah (BSU) untuk pekerja dengan penghasilan di bawah Rp10 juta akan dilanjutkan pada paruh kedua tahun ini.
“Saat ini, program stimulus seperti (subsidi) untuk pekerja dengan penghasilan di bawah Rp10 juta sudah berjalan, serta upah untuk pekerja padat karya. Pemerintah menanggung pajak penghasilan untuk sektor-sektor tertentu, dan hal ini telah menguntungkan 1,7 juta pekerja,” katanya di Jakarta, baru-baru ini.
Baca Juga: Pemerintah Genjot Investasi dan Strategi Pertumbuhan Ekonomi pada 2026
Ia menyatakan bahwa program subsidi upah (BSU) untuk pekerja dengan penghasilan di bawah Rp10 juta akan dilanjutkan pada paruh kedua tahun ini. Demikian pula, program padat karya, pembebasan pajak penghasilan untuk sektor tertentu yang telah memberikan manfaat bagi 1,7 juta pekerja, dan dukungan perumahan akan dilanjutkan.
“Kemudian, ada program pembiayaan perumahan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Kami juga akan mempromosikan ini. Kami juga akan terus meningkatkan program renovasi rumah,” katanya.
Pemerintah juga sedang menyiapkan langkah-langkah untuk mencegah pemutusan hubungan kerja massal. Deregulasi di beberapa sektor industri, terutama di Jawa, diperkirakan akan menciptakan lebih dari 100.000 lapangan kerja baru. Pemerintah juga memastikan bahwa fasilitas perlindungan tenaga kerja akan terus diberikan kepada pekerja kontrak.
“Kondisi makroekonomi Indonesia tetap kuat setelah demonstrasi yang berujung pada kekerasan pekan lalu. Hal ini didasarkan pada nilai tukar rupiah, yang berada di sekitar Rp16.400 per dolar AS, dan pasar saham, yang telah menunjukkan pemulihan setelah mengalami koreksi ringan,” pungkasnya.
