ASIAWORLDVIEW – JP Morgan Indonesia menilai prospek ekonomi Indonesia untuk sisa tahun 2025 tetap menjanjikan dan atraktif bagi investor global, didorong oleh kombinasi stimulus fiskal, perjanjian perdagangan internasional, serta pelonggaran kebijakan moneter.
CEO & Senior Country Officer JP Morgan Indonesia, Gioshia Ralie, menyatakan bahwa valuasi pasar yang menarik dan arah kebijakan strategis pemerintah memberi peluang cerah bagi sektor-sektor utama seperti barang konsumsi, properti, dan perbankan.
“Prospek ekonomi Indonesia untuk sisa tahun 2025 tetap menjanjikan, didorong oleh stimulus fiskal, perjanjian perdagangan, dan pelonggaran kebijakan moneter yang membuka jalan bagi pertumbuhan berkelanjutan. Valuasi pasar yang menarik dan kebijakan strategis juga memberi prospek cerah pada sektor-sektor tertentu seperti barang konsumsi, properti, dan perbankan,” ia mengatakan.
Baca Juga: Pemerintah Genjot Investasi dan Strategi Pertumbuhan Ekonomi pada 2026
Pemerintah juga telah menyusun RAPBN 2026 yang dinilai mampu menjaga keseimbangan antara dorongan pertumbuhan dan disiplin fiskal, dengan proyeksi pertumbuhan PDB sebesar 5,4% dan penurunan defisit fiskal menjadi 2,48% dari PDB.
“Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) yang baru diumumkan turut memperkuat optimisme ini, dengan keseimbangan antara dorongan pertumbuhan dan disiplin fiskal.”
JP Morgan mencatat bahwa restrukturisasi anggaran senilai USD20 miliar pada semester pertama 2025 memberi ruang bagi tambahan belanja dan stimulus baru, termasuk paket senilai Rp24 triliun yang difokuskan pada bantuan sosial, subsidi upah, dan program strategis seperti koperasi desa dan makanan bergizi gratis.
Pelonggaran suku bunga oleh Bank Indonesia hingga 4,25% juga dipandang sebagai katalis positif yang dapat mendorong konsumsi dan investasi. Secara keseluruhan, JP Morgan melihat bahwa Indonesia berada dalam posisi yang kuat untuk mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi di tengah tantangan global.
