ASIAWORLDVIEW – Inisiatif pembayaran lintas batas QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) telah memenangkan kategori Kolaborasi dalam ajang “50-in-5 Awards” 2026 di New York, Amerika Serikat. Peraihan ini mejjadi pengakuan atas perannya dalam memperluas infrastruktur keuangan digital internasional, demikian diumumkan Bank Indonesia pada Selasa.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam sebuah upacara yang digelar bersamaan dengan Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-81 (UNGA 81). Diselenggarakan oleh Digital Public Goods Alliance (DPGA) dan Co-Develop, inisiatif “50-in-5” memberikan penghargaan kepada proyek-proyek teknologi digital publik lintas batas yang inovatif.
Wakil Gubernur Bank Indonesia (BI) Filianingsih Hendarta menjelaskan QRIS sukses menghubungkan pembayaran lintas negara. Ia juga menekankan bahwa interoperabilitas keuangan internasional tidak mengharuskan negara-negara untuk mengadopsi sistem pembayaran yang identik.
“Dengan menghubungkan sistem, kita menghubungkan orang-orang dan membuka peluang yang melampaui batas negara,” jelasnya, dikutip Asia World View, Rabu (23/9/2026).
Baca Juga: BI Catat 65,77 Juta Pengguna QRIS, 96% UMKM Terserap Ekonomi Digital
Ia mencatat bahwa integrasi lintas batas bergantung pada tujuan bersama, saling percaya, dan protokol yang terstandarisasi. Dikembangkan oleh Bank Indonesia bersama bank sentral regional dan pelaku industri pembayaran, Cross-Border QRIS saat ini menghubungkan jaringan pembayaran domestik Indonesia dengan Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok.
Menurut data bank sentral, transaksi QRIS lintas batas masuk ke Indonesia mencapai 21 juta transaksi senilai Rp5,90 triliun ($322 juta) antara tahun 2022 hingga Juli 2026.
Sebaliknya, transaksi keluar yang dilakukan oleh wisatawan Indonesia di negara-negara mitra mencapai 4,67 juta transaksi senilai Rp1,73 triliun ($94 juta)—sehingga menghasilkan arus masuk bersih sebesar Rp4,17 triliun ($227 juta).
Sistem ini memberikan manfaat signifikan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia. Penggunaannya mencakup 96,69 persen dari 45,46 juta pedagang QRIS terdaftar di negara ini, sehingga memungkinkan mereka menerima pembayaran langsung dari wisatawan asing.
“Bank Indonesia akan terus memperluas integrasi QRIS ke negara-negara mitra tambahan yang memiliki hubungan perdagangan, pariwisata, dan diplomatik yang kuat,” pungkasnya.

