ASIAWORLDVIEW – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif pada Jumat (4/9/2026). Mengawali hari dengan penguatan di zona hijau, IHSG pada akhirnya harus ditutup melemah di sesi pertama. Kondisi ini mencerminkan sentimen hati-hati pelaku pasar di tengah berbagai faktor global dan domestik.
Membuka perdagangan, IHSG melonjak 0,42% atau 27,80 poin ke level 6.695,69. Penguatan ini bahkan sempat menyentuh level tertinggi 6.704,13, menandakan optimisme di awal perdagangan. Sumber lain mencatat pembukaan di level 6.696,98 atau naik 0,44%, didukung oleh penguatan bursa global dan pasar obligasi.
Namun, tren positif itu tidak bertahan lama. Tekanan jual mulai terlihat, mendorong IHSG berbalik arah ke zona merah. Pada pukul 10.00 WIB, indeks sudah terkoreksi 20,44 poin atau 0,31% ke posisi 6.647,45. Pelemahan ini terutama dipicu oleh aksi ambil untung (profit taking) menjelang akhir pekan di tengah ketidakpastian global yang tinggi.
Baca Juga: Sentimen Positif Asia Dorong IHSG ke Zona Hijau
Sesi pertama pun ditutup dengan IHSG melemah 0,11% atau 7,10 poin ke level 6.660,789. Bahkan, sempat menyentuh level terendah 6.637,479 sebelum berakhir di posisi tersebut. Volume transaksi sesi I tercatat 21,9 miliar saham senilai Rp8,27 triliun.
Pelemahan IHSG terjadi meskipun mayoritas bursa saham Asia-Pasifik menguat, didorong oleh sektor teknologi dan penurunan imbal hasil obligasi AS. Sentimen eksternal masih dibayangi ketegangan AS-Iran dan konflik di Selat Hormuz yang menjaga harga minyak tetap tinggi dan memicu kekhawatiran inflasi global. Pasar juga menanti data ketenagakerjaan AS (NFP) yang bisa mempengaruhi kebijakan suku bunga The Fed.
Dari dalam negeri, pelantikan Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia menjadi sentimen positif, didukung inflasi Agustus yang terkendali dan surplus neraca perdagangan. Relaksasi likuiditas BI juga diharapkan mendorong penyaluran kredit. Meski demikian, aksi jual asing yang masih berlangsung menjadi tantangan tersendiri. Di tengah volatilitas ini, analis tetap optimistis dengan proyeksi IHSG di level 7.000 pada akhir 2026.

