ASIAWORLDVIEW – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia–Uni Ekonomi Eurasia (I-EAEU FTA) merupakan langkah strategis yang akan memperluas akses pasar bagi kedua belah pihak. Dalam pidatonya di Forum Ekonomi Timur ke-11 di Vladivostok, ia menekankan bahwa perjanjian ini akan membuka peluang besar bagi produsen Eurasia untuk menjangkau lebih dari 290 juta konsumen Indonesia.
Selain itu, memberikan kesempatan bagi produsen Indonesia menembus pasar lima negara anggota EAEU—Armenia, Belarus, Kazakhstan, Kirgistan, dan Rusia. Perjanjian yang ditandatangani pada Desember 2025 ini mencakup penghapusan atau pengurangan bea masuk atas 11.882 pos tarif, meliputi lebih dari 90 persen barang yang diperdagangkan, sehingga diharapkan mampu meningkatkan arus perdagangan secara signifikan.
“Perjanjian ini merupakan arsitektur perdagangan Selatan-Selatan. Perjanjian ini membuka lima pasar bagi produsen Indonesia dan memberikan akses kepada produsen Eurasia ke lebih dari 290 juta konsumen Indonesia,” ujarnya pada Kamis (3/9/2026), waktu setempat.
Baca Juga: Alasan Prabowo Dorong Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Indonesia Segera Beroperasi
Prabowo menargetkan agar nilai perdagangan Indonesia–Rusia dapat digandakan dalam periode evaluasi pertama perjanjian, dengan memanfaatkan sifat saling melengkapi dari kedua perekonomian. Ia juga menekankan bahwa Indonesia memiliki posisi strategis sebagai pintu masuk alami bagi pelaku usaha Eurasia ke pasar ASEAN, mengingat statusnya sebagai pasar terbesar di kawasan dan pusat RCEP. Presiden menyerukan agar negara-negara anggota EAEU segera menyelesaikan prosedur internal masing-masing agar perjanjian dapat berlaku pada awal 2027.
Ditandatangani di St. Petersburg pada 21 Desember 2025, I-EAEU FTA mencakup penghapusan atau pengurangan bea masuk pada 11.882 pos tarif, yang mencakup lebih dari 90 persen barang yang diperdagangkan.
Prabowo menargetkan untuk menggandakan nilai perdagangan antara Indonesia dan Rusia selama periode evaluasi pertama Perjanjian Perdagangan Bebas tersebut. Peningkatan ini, katanya, akan didorong oleh sifat saling melengkapi dari kedua perekonomian serta rencana berlakunya perjanjian tersebut pada awal 2027.
“Di sini, dalam forum ini, saya mengusulkan agar Indonesia dan Rusia menetapkan tantangan yang jelas bagi diri kita sendiri untuk menggandakan nilai perdagangan kita dalam periode evaluasi pertama Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-Uni Ekonomi Eurasia,” ia menambahkan.
Indonesia berperan sebagai pintu masuk alami bagi pelaku usaha Eurasia ke pasar ASEAN, dengan mengacu pada posisinya sebagai pasar terbesar di kawasan dan pusat Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP). Prabowo menekankan bahwa Indonesia ingin Perjanjian Perdagangan Bebas tersebut segera berlaku dan dimanfaatkan begitu pertukaran notifikasi selesai, seraya menyerukan kepada negara-negara anggota EAEU untuk segera menyelesaikan prosedur internal masing-masing.
