IHSG Dibuka Menguat, Energi Jadi Motor Utama

Ilustrasi pergerakan pasar saham.(freepik)

ASIAWORLDVIEW – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan dengan menguat di zona hijau, Jumat (28/8/2026). Kondisi ini melanjutkan momentum positif dari hari sebelumnya.

Pembukaan pasar mencatatkan IHSG di level 6.535,72, naik 13,97 poin atau 0,21% dari posisi penutupan Kamis lalu di 6.521,75. Sumber lain mencatat variasi tipis di awal perdagangan, seperti level 6.534,66 atau 6.538. Dalam beberapa menit pertama, IHSG sempat bergerak di rentang 6.533 hingga 6.557.

Mayoritas indeks sektoral pada perdagangan hari ini menunjukkan tren positif dengan dominasi penguatan di berbagai sektor, mencerminkan optimisme pasar yang cukup luas. Sektor Energi tampil sebagai motor utama dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,66%, didorong oleh sentimen harga komoditas global dan prospek investasi energi berkelanjutan.

Selain itu, Barang Konsumen Primer, Keuangan, serta Transportasi & Logistik juga mencatatkan penguatan solid, menandakan adanya dukungan kuat dari sektor-sektor fundamental yang menopang aktivitas ekonomi domestik.

Baca Juga: Kolaborasi Pemerintah–STARFINDO: Fondasi Transformasi Digital Nasional

Namun, tidak semua sektor bergerak positif: Kesehatan justru menjadi satu-satunya sektor yang melemah signifikan dengan penurunan 1,32%, kemungkinan dipengaruhi oleh aksi profit taking setelah reli sebelumnya atau sentimen negatif terkait biaya operasional dan regulasi. Secara keseluruhan, pola ini menunjukkan bahwa pasar masih memiliki momentum penguatan, meski tetap selektif terhadap sektor tertentu.

Penguatan IHSG pada hari ini didorong oleh sejumlah sentimen positif, baik dari dalam maupun luar negeri. Salah satunya, stabilitas politik dan keamanan.

Meredanya ketegangan pasca aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI pada 27 Agustus 2026 yang berlangsung tertib memberikan angin segar bagi pasar. Stabilitas ini mengurangi ketidakpastian yang sebelumnya sempat menekan indeks.

Selain itu, terdapat kepastian Kepemimpinan Bank Indonesia. Komisi XI DPR RI menyetujui Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia terpilih untuk periode 2026-2031. Kepastian ini diharapkan mengurangi ketidakpastian kebijakan moneter ke depan dan menjaga kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia.

Dari luar negeri, pelaku pasar mencermati pidato Gubernur Federal Reserve AS, Kevin Warsh, dalam Simposium Jackson Hole, yang dinantikan untuk mencari petunjuk arah kebijakan suku bunga AS ke depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *