Transformasi Digital Jadi Fokus Utama Indonesia Retail Summit 2026

Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), Budiardjo Iduansjah

ASIAWORLDVIEW – Indonesia Retail Summit & Expo (IRSE) 2026 resmi dibuka, Rabu (26/8/2026), sebagai puncak dari rangkaian program ritel sepanjang Agustus 2026. Acara ini juga sekaligus gencar kampanye “Belanja di Indonesia Aja”, Indonesia Shopping Festival, dan peringatan Hari Ritel Modern Indonesia.

Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), Budiardjo Iduansjah, menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar ajang pameran biasa, melainkan sebuah momentum strategis untuk memperkuat fondasi ekosistem ritel Indonesia. Hal itu dilakukan agar mampu menjadi tuan rumah sekaligus panutan di tingkat Asia bahkan dunia.

“IRSE 2026 dirancang sebagai ruang pertemuan terpadu bagi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari peritel besar, tenant, regulator, akademisi, hingga investor dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dengan tujuan menciptakan sinergi lintas sektor yang selama ini menjadi tantangan dalam pengembangan industri ritel nasional,” ia mengatakan.

Baca Juga: Ketua HIPPINDO Dorong Transformasi Ritel Indonesia, Fondasi Ekonomi Masa Depan

Ia juga menekankan bahwa transformasi digital bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan bagi industri ritel Indonesia. Apalagi di tengah perubahan perilaku konsumen yang semakin cepat—didorong oleh penetrasi internet yang terus meningkat dan tumbuhnya generasi digital native—pelaku ritel nasional dituntut untuk beradaptasi dengan teknologi-teknologi baru seperti kecerdasan buatan (AI), pemanfaatan big data untuk analisis perilaku konsumen, serta penguatan rantai pasok (supply chain resilience) yang tangguh.

“Ketertinggalan dalam adopsi teknologi akan membuat ritel Indonesia tersisih dalam kompetisi global yang semakin ketat. Oleh karena itu, IRSE 2026 diposisikan tidak hanya sebagai panggung pameran produk, tetapi juga sebagai pusat knowledge sharing dan pertukaran ide antar pelaku industri, sehingga setiap peserta dapat memperkuat kompetensinya dan menghadapi dinamika pasar dengan lebih percaya diri,” ia menambahkan.

Ia juga menyoroti dimensi diplomasi ekonomi yang melekat pada penyelenggaraan IRSE 2026. Menurutnya, Indonesia harus mampu menunjukkan kepemimpinan regional di bidang ritel, dan summit ini adalah simbol nyata dari ambisi tersebut.

Forum ini juga menjadi wadah bagi investor global untuk menemukan pipeline startup-startup ritel Indonesia yang siap berkembang. Alhasil dapat mendorong akselerasi pertumbuhan industri secara berkelanjutan.

“Kami berterima kasih karena mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah dan mitra global. IRSE 2026 diharapkan mampu melahirkan kebijakan-kebijakan strategis serta inovasi-inovasi yang tidak hanya memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai perdagangan internasional, tetapi juga menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif,” pungkasnya.

Ia berharap bahwa melalui forum ini, ritel Indonesia mampu bertransformasi menjadi industri berbasis konsumen yang lebih adaptif terhadap tren global, inklusif terhadap seluruh lapisan masyarakat, dan berdaya saing tinggi. Dengan kolaborasi lintas sektor yang erat dan dukungan kebijakan yang tepat, ia optimistis bahwa Indonesia tidak hanya akan menjadi pasar yang besar, tetapi juga akan menjadi panutan dalam pengembangan ekosistem ritel di kawasan Asia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *