ASIAWORLDVIEW – Gaya hidup sehat yang diteladankan oleh Nabi Muhammad SAW bukanlah sekadar rutinitas fisik belaka. Ini merupakan sebuah sistem kehidupan yang menyeluruh dan holistik, memadukan kesederhanaan, keseimbangan, serta perhatian mendalam terhadap kesehatan raga dan jiwa secara bersamaan.
Mengutip Jurnal Ilmiah Keperawatan STIKES Hang Tuah Surabaya menemukan sebanyak 49,5% responden kebanyakan generasi muda diketahui memiliki pengetahuan yang kurang baik mengenai pola hidup Rasulullah SAW. Menurut analisis peneliti, hal ini terjadi karena di era modernisasi banyak remaja lebih terpengaruh oleh gaya hidup praktis dan serba instan. Kemudahan akses informasi melalui media sosial membuat mereka lebih sering terpapar iklan atau konten yang menawarkan cara cepat untuk sehat, misalnya dengan mengonsumsi makanan cepat saji.
Konsumsi makanan yang halal dan bergizi. Pola makan sehat yang diajarkan Nabi Muhammad SAW berlandaskan kesederhanaan, keseimbangan, dan kesadaran penuh dalam mengonsumsi makanan. Beliau menekankan prinsip makan secukupnya, yakni hanya makan ketika lapar dan berhenti sebelum kenyang, yang terbukti menjaga metabolisme tubuh serta mencegah obesitas. Selain itu, Rasulullah SAW mengajarkan pembagian lambung: sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk udara, sebuah konsep keseimbangan yang relevan dengan ilmu gizi modern.
Dalam keseharian, Rasulullah memulai pagi dengan madu yang dicampur air untuk melancarkan pencernaan, mengonsumsi kurma Ajwa di waktu dhuha sebagai penambah energi, serta menyantap roti dengan cuka atau minyak zaitun di siang hari untuk menjaga metabolisme. Malam hari, beliau lebih sering mengonsumsi sayuran sebagai menu ringan. Sesekali, beliau menikmati makanan favorit seperti tsarid (roti dengan kuah daging), namun tidak menjadikannya kebiasaan rutin, menunjukkan keseimbangan dalam konsumsi.
Baca Juga: Mencegah Diabetes dengan Pola Makan Sehat
Selain menu, Rasulullah SAW juga menekankan adab makan: menggunakan tangan kanan, membaca doa sebelum makan, mengunyah perlahan agar pencernaan optimal, serta tidak makan sambil berdiri.
Padahal, pola instan tersebut tanpa disadari dapat menimbulkan dampak negatif bagi tubuh. Akibatnya, muncul berbagai penyakit baru yang semakin variatif, baik penyakit infeksi maupun penyakit metabolik seperti stroke, diabetes mellitus, dan jantung koroner, yang kini banyak terjadi pada usia muda.
Aktivitas fisik pun juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keseharian beliau, seperti berjalan kaki dengan langkah yang tegap, berkuda yang melatih keseimbangan dan kekuatan otot, memanah yang mengasah fokus dan ketepatan, hingga berenang yang melatih pernapasan dan kelenturan tubuh, sehingga kebugaran jasmani selalu terjaga secara alami tanpa perlu mengikuti tren kekinian yang rumit.
Lebih dari sekadar kesehatan fisik, Nabi Muhammad SAW sangat menekankan pentingnya kebersihan hati dan jiwa dengan memperbanyak doa, dzikir, serta introspeksi diri, menjauhkan sifat-sifat buruk seperti iri, dengki, dan sombong yang justru dapat mengundang stres dan penyakit batin, serta menjaga hati agar selalu dalam kondisi yang lapang dan damai.
