NFT Warisan Ozzy Osbourne Melejit, CryptoBatz Jadi Buruan Penggemar

NFT.

ASIAWORLDVIEW – Ozzy Osbourne meninggal dunia pada usia 76 tahun. Kepergian sang artis legendaris ini memicu lonjakan di pasar Non-Fungible Token (NFT). Koleksi NFT miliknya, CryptoBatz, mengalami lonjakan luar biasa dalam waktu singkat setelah kabar duka diumumkan.

Dalam beberapa jam setelah pengumuman kepergiannya, harga dasar NFT CryptoBatz-nya melonjak lebih dari 400%, dari di bawah 0,02 Ether. Pada harga pasar saat ini, harga dasar tertinggi untuk NFT CryptoBatz adalah 95, menurut CoinGecko.

Volume perdagangan meningkat drastis hingga 100.000%, mencapai USD281.200 hanya dalam 24 jam Koleksi ini terdiri dari 9.666 digital bats, terinspirasi dari insiden ikonik Ozzy menggigit kepala kelelawar di atas panggung.

Baca Juga: Hidupkan Kembali Aset NFT yang Sempat Mati Suri

Ozzy Osbourne membuat langkah bersejarah ke dalam industri NFT sekitar empat tahun yang lalu. Ia meluncurkan koleksi CryptoBatz-nya yang menampilkan 9.666 kelelawar digital unik pada Desember 2021.

Lonjakan ini mencerminkan fenomena yang dikenal sebagai “death effect”, di mana karya atau memorabilia artis yang telah wafat mengalami peningkatan nilai karena nostalgia dan rasa kehilangan Para penggemar dan kolektor berlomba memiliki bagian dari warisan digital Ozzy, menjadikan CryptoBatz sebagai simbol emosional dan investasi spekulatif.

Meski belum menyamai puncak harga saat peluncuran di 2022 (lebih dari 5 ETH), lonjakan ini dianggap sebagai indikasi kebangkitan minat pasar NFT yang sempat lesu. Beberapa analis melihat ini sebagai momen penting yang bisa memulihkan kepercayaan investor terhadap aset digital berbasis budaya dan selebriti