Bitcoin Tergelincir di Zona Merah, Ketidakpastian Geopolitik Tekan Pasar Kripto

Bitcoin

ASIAWORLDVIEW – Harga Bitcoin atau BTC pada Jumat (7/8/2026), bergerak melemah di zona merah, melanjutkan tren konsolidasi setelah gagal menembus level psikologis USD65.000 pada hari sebelumnya. Berdasarkan data dari CoinMarketCap, pada pukul 07.00-07.56 WIB, Bitcoin diperdagangkan di kisaran USD64.210 hingga USD64.309 per koin, atau melemah sekitar 0,5% hingga 0,64% dalam 24 jam terakhir.

Jika dikonversi ke dalam Rupiah dengan kurs sekitar Rp17.919–Rp17.923 per dolar AS, harga Bitcoin setara dengan sekitar Rp1,15 miliar per koin. Kapitalisasi pasar Bitcoin pada hari ini tercatat sekitar USD1,29 triliun. Sementara kapitalisasi pasar kripto global secara keseluruhan terkoreksi 0,3%–0,73% menjadi sekitar USD2,19–USD2,29 triliun.

Pelemahan Bitcoin hari ini terutama didorong oleh meningkatnya kekhawatiran terhadap risiko stagflasi di Amerika Serikat. Data terbaru Institute for Supply Management (ISM) Services PMI untuk bulan Juli menunjukkan bahwa meskipun indeks sektor jasa naik tipis menjadi 54,1.

Baca Juga: Altcoin Melemah, Ethereum Justru Berhasil Bertahan

Sementara, indeks ketenagakerjaan justru turun 3,6 poin ke level 47,4—level terendah sejak Maret—sementara indeks harga yang dibayar (prices paid) melonjak 2,6 poin ke 70,3, mendekati level tertinggi sejak Oktober 2022. Kombinasi pelemahan pasar tenaga kerja dan kenaikan tekanan harga ini memicu diskusi di pasar mengenai potensi stagflasi, yang pada gilirannya menekan aset berisiko seperti kripto.

Dari sisi geopolitik, harapan pasar terhadap kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz antara Iran dan Oman juga belum cukup mendorong pergerakan signifikan di pasar kripto. Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, menegaskan bahwa kesepahaman yang ada belum berarti Selat Hormuz akan kembali dibuka sepenuhnya.

Sementara itu, Ethereum (ETH) juga ikut terkoreksi, turun 0,23%–0,56% ke level sekitar US$1.899–US$1.902, sementara mayoritas altcoin lainnya juga bergerak di zona merah dengan XRP memimpin koreksi turun 2,53%–2,62% dan Solana (SOL) turun 1,8%–2,05%.

Pergerakan Bitcoin mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar di tengah data ekonomi AS yang menunjukkan tanda-tanda perlambatan ekonomi. Juga tekanan inflasi yang masih tinggi, serta ketidakpastian geopolitik yang belum sepenuhnya mereda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *