ASIAWORLDVIEW – Catchplay+ tepat 10 tahun sejak pertama kali memperkenalkan layanan video on demand (VOD) berkualitas di Indonesia, hari ini, Kamis (2/7/2026). Perjalanan panjang ini tidak lepas dari strategi lokalisasi yang agresif, kemitraan strategis lintas sektor. Selain itu, adaptasi teknologi tinggi yang dirancang untuk menjawab karakteristik konsumen digital di Tanah Air.
“Catchplay+ telah bertransformasi dari sekadar platform penayangan film mancanegara menjadi ekosistem konten terdepan yang menjadi rumah bagi sineas, aktor, dan kreator konten lokal Indonesia,” sebut Daphne Yong, CEO CATCHPLAYPLUS dalam keterangan pers di acara 10 Catchplay+, Kamis (2/7/2026).
Catchplay+ mengusung formula Hybrid Content Ecosystem, yaitu menggabungkan konten Hollywood premium, serial Asia pilihan, dengan produksi orisinal Indonesia (Catchplay+ Originals) yang diangkat dari kekayaan budaya dan isu sosial kekinian. Secara konsisten menggaet sutradara-sutradara papan atas dan talenta muda lokal untuk memproduksi film dan serial orisinal yang spesifik menyasar selera penonton Indonesia, sehingga tayangannya terasa sangat relevan dan relatable.
“Selain fokus pada konten, strategi penetrasi pasar yang paling krusial adalah kemitraan eksklusif dengan operator telekomunikasi seluler terbesar di Indonesia,” ia menambahkan.
Baca Juga: Inovasi Catchplay+ Hadirkan Drama Vertikal, Ikuti Tren Video Pendek
Melalui pola bundling paket data, Catchplay+ berhasil menurunkan hambatan biaya berlangganan, memungkinkan masyarakat dari berbagai kalangan ekonomi untuk mengakses layanan ini tanpa harus menguras kuota internet mereka. Pendekatan teknologi mobile-first dengan fitur adaptive streaming dan download offline juga menjadi strategi kunci untuk menjangkau pengguna di daerah dengan konektivitas terbatas, memastikan pengalaman menonton yang mulus di seluruh kepulauan Indonesia.
Melihat pada peraihan atau pencapaiannya, hasil dari strategi tersebut membuahkan pertumbuhan yang sangat signifikan selama 10 tahun terakhir. Pada periode 2016 hingga 2026, Catchplay+ telah mencatatkan pertumbuhan pengguna aktif bulanan (MAU) yang melonjak hingga lebih dari 12 juta akun, memperkuat posisinya sebagai pemimpin pasar SVOD (Subscription Video on Demand) lokal di Indonesia.
Platform ini telah memproduksi lebih dari 100 judul film dan serial orisinal yang tayang eksklusif. Beberapa di antaranya bahkan berhasil menembus festival film internasional bergengsi dan meraih penghargaan di ajang Asian Academy Creative Awards, membuktikan bahwa kualitas konten lokal Indonesia mampu bersaing di mata global. Tidak hanya itu, pencapaian lainnya terlihat dari total durasi tontonan (total watch time) yang melewati angka 2 miliar menit pada tahun lalu, menunjukkan tingginya loyalitas dan ketergantungan penonton terhadap ekosistem konten yang disediakan.
Dampak nyata dari kehadiran Catchplay+ selama satu dekade tidak hanya dirasakan oleh perusahaan, tetapi juga terhadap industri kreatif nasional secara luas. Kehadiran platform ini telah menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi ribuan pekerja film, mulai dari penulis skenario, kameramen, hingga tim pascaproduksi, karena tingginya permintaan akan konten baru setiap tahunnya.
Catchplay+ juga telah menjadi pintu gerbang ekspor budaya, di mana film-film orisinal Indonesia yang tayang di platform ini berhasil menarik perhatian penonton dari kawasan ASEAN, Taiwan, dan Amerika Serikat melalui distribusi lisensi internasional. Hal ini tentu saja memberikan nilai tambah bagi citra perfilman Indonesia di mata dunia dan membuktikan bahwa cerita lokal memiliki daya jual yang sangat tinggi.
