ASIAWORLDVIEW – Drama vertikal menjadi populer karena formatnya yang sesuai dengan kebiasaan konsumsi konten masyarakat modern. Apalagi bagi generasi muda yang lebih sering menggunakan ponsel untuk menonton.
Catchplay+ mulai menampilkan drama China dan K-Drama vertikal sebagai bagian dari strategi inovasi konten. Hal ini untuk menjangkau penonton yang semakin terbiasa dengan format video pendek di smartphone.
“Dengan layar ponsel yang dominan vertikal, format ini terasa lebih natural dan praktis, sehingga penonton dapat menikmati drama tanpa perlu memutar perangkat. Selain itu, durasi yang lebih singkat membuat cerita dikemas padat, langsung ke inti konflik, dan sering disajikan dengan cliffhanger yang memancing rasa penasaran,” sebut Daphne Yong, CEO CATCHPLAYPLUS dalam keterangan pers di acara 10 Catchplay+, Kamis (2/7/2026).
Baca Juga: Netflix Lepas Cuplikan ONE PIECE Season 2, Visual Lebih Tajam, Musuh Lebih Ganas
Drama vertikal di Catchplay+ lebih mudah diakses kapan saja, baik saat istirahat maupun di sela aktivitas harian. Kehadirannya di platform streaming, karena menghadirkan nuansa lebih intim, dengan kamera lebih dekat ke ekspresi wajah aktor dan interaksi karakter terasa personal.
“Dengan layar smartphone yang berbentuk vertikal, format ini terasa lebih natural dan praktis, sehingga penonton tidak perlu memutar perangkat atau menyesuaikan tampilan,” ia menambahkan.
Selain itu, durasi yang singkat membuat drama vertikal mudah diakses kapan saja, baik saat istirahat, perjalanan, maupun di sela aktivitas harian. Hal ini menciptakan pengalaman menonton yang ringan namun tetap intens, karena cerita biasanya dikemas padat, langsung ke inti konflik yang membuat penonton ingin segera melanjutkan episode berikutnya.
Strategi menghadirkan drama vertikal untuk menjangkau audiens global yang terbiasa dengan platform video pendek. Bukan hanya mengikuti tren, tetapi juga membuka peluang baru dalam storytelling dan interaksi karakter terasa lebih personal.
“Drama vertikal menghadirkan nuansa baru yang berbeda dari drama konvensional berdurasi panjang, sekaligus memperluas pasar K-Drama ke segmen penonton yang menginginkan hiburan cepat, relevan, dan mudah dibagikan di media sosial,” pungkasnya.
