ASIAWORLDVIEW – Indonesia semakin populer sebagai destinasi muslim-friendly tourism. “Peraihan” itu muncul karena pemerintah mampu menyediakan layanan dan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan muslim secara komprehensif.
“Indonesia memiliki kekayaan budaya dan kuliner yang selaras dengan nilai-nilai syariah, menjadikannya daya tarik tersendiri bagi wisatawan muslim internasional. sebut Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana, Kamis (2/7/2026).
Indonesia berhasil menempatkan diri sebagai salah satu destinasi utama dalam Global Muslim Travel Index (GMTI). Langkah ini memperkuat citra sebagai negara dengan pariwisata inklusif dan berkelanjutan. Pemerintah juga aktif mendukung ekosistem pariwisata ramah muslim melalui regulasi sertifikasi halal produk dan layanan.
Baca Juga: Indonesia Perkuat Pariwisata Halal dan Muslim Friendly
Keunggulan utama Indonesia terletak kemudahan wisatawan untuk tetap menjalankan ibadah dan aturan agama tanpa hambatan. Pemerintah menyediakan fasilitas seperti masjid, mushola, restoran halal, dan akomodasi bersertifikat halal tersedia luas di berbagai destinasi.
“Penilaian Global Muslim Travel Index (GMTI), Indonesia memiliki keunggulan yang menonjol pada aspek services atau layanan yang ramah bagi wisatawan muslim. GMTI menilai destinasi berdasarkan empat pilar utama: access, communications, environment, dan services. Pada pilar services, Indonesia unggul karena mampu menyediakan fasilitas yang mendukung kebutuhan wisatawan muslim,” ia menambahkan.
Keunggulan lainnya, integrasi dengan industri halal. Hal itu terlihat dari ketersediaan restoran halal yang tersebar luas di berbagai kota, hotel dan akomodasi dengan sertifikasi halal. Selain itu, fasilitas ibadah seperti masjid dan mushola yang mudah dijangkau di hampir semua destinasi wisata.
Wisatawan muslim dapat menikmati beragam pengalaman mulai dari wisata budaya di Yogyakarta dan Solo, wisata bahari di Lombok dan Raja Ampat, kuliner halal di Aceh dan Padang, hingga layanan kebugaran yang sesuai dengan prinsip syariah.
