ASIAWORLDVIEW – Pasar otomotif Indonesia sedang mengalami pergeseran minat dari mobil bekas ke mobil baru. Pertumbuhan penjualan mobil baru yang positif kontras dengan penurunan supply dan demand mobil bekas, sehingga menunjukkan adanya perubahan perilaku konsumen yang lebih percaya diri untuk berinvestasi pada kendaraan baru.
Data yang dikeluarkan OLX mengenai tren minat mobil bekas dan baru menunjukkan adanya pergeseran signifikan dalam pasar otomotif Indonesia menjelang pertengahan 2026. Untuk mobil baru, minat konsumen terlihat meningkat cukup kuat.
“Berdasarkan data GAIKINDO, penjualan wholesales (distribusi dari pabrikan ke dealer) naik sebesar 13% YoY pada periode Januari–Juni 2026 dibandingkan tahun sebelumnya, sementara penjualan retail (langsung ke konsumen) juga tumbuh 9% YoY,” sebut Agung Iskandar, Direktur OLX dalam media gathering, Jumat (26/6/2026)
Angka ini menandakan bahwa permintaan mobil baru semakin tinggi. Apalagi didorong oleh faktor seperti peluncuran model-model terbaru, promosi besar menjelang pameran otomotif GIIAS 2026, serta meningkatnya daya beli masyarakat.
Baca Juga: Mobil Bekas Hemat BBM Dominan di Pasar Lelang, EV Mulai Dilirik
Sebaliknya, tren di pasar mobil bekas justru menunjukkan penurunan. Data internal OLX mencatat bahwa supply mobil bekas turun drastis hingga -24% YoY, yang berarti jumlah mobil bekas yang masuk ke pasar semakin berkurang. Hal ini bisa disebabkan oleh konsumen yang lebih memilih mempertahankan kendaraan lama mereka atau langsung membeli mobil baru karena adanya penawaran menarik dari dealer resmi.
“Dari sisi demand, minat konsumen terhadap mobil bekas juga menurun sebesar -6% YoY, menandakan bahwa daya tarik mobil bekas sedikit melemah dibandingkan sebelumnya,” ia menambahkan.
Penurunan ini bisa dikaitkan dengan tren pembiayaan mobil baru yang semakin mudah, bunga kredit yang kompetitif. Selain itu, meningkatnya preferensi masyarakat terhadap kendaraan dengan teknologi terbaru dan garansi resmi.
