Mobil Bekas Hemat BBM Dominan di Pasar Lelang, EV Mulai Dilirik

JBA

ASIAWORLDVIEW – Kendaraan bekas konvensional masih mendominasi pasar hingga 80%, menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap mobil berbahan bakar fosil tetap tinggi. Namun tren elektrifikasi semakin gencar. Dominasi ini mencerminkan beberapa faktor, seperti harga yang lebih terjangkau, ketersediaan unit yang luas, serta jaringan perawatan dan suku cadang yang sudah mapan.

“Kendaraan kategori LCGC dan MPV seperti Toyota Avanza, Calya, dan Agya masih cukup diminati karena efisien dalam konsumsi BBM serta mudah dalam perawatan,” kata Johan Wijaya, Marketing & Sales Division Head JBA Indonesia, dikutip Asiaworldview dari siaran pers, Selasa (28/4/2026).

Sementara untuk kebutuhan usaha, kendaraan niaga seperti Daihatsu Gran Max, Mitsubishi Triton, hingga truk juga banyak dicari. Pada roda dua, motor matic seperti Honda Beat, Scoopy, dan Vario tetap menjadi pilihan utama karena praktis digunakan sehari-hari,” ia menambahkan.

Baca Juga: Pasar Mobil Bekas Bergeliat, Bangun Ekosistem Lelang Sehat dan Kompetitif

Selain itu, banyak konsumen masih menganggap kendaraan konvensional lebih praktis dan familiar dibandingkan mobil listrik yang membutuhkan infrastruktur pengisian daya khusus. Kondisi ini menegaskan bahwa transisi menuju kendaraan ramah lingkungan masih menghadapi tantangan, terutama dari sisi adopsi konsumen dan kesiapan ekosistem pendukung.

JBA mencatat telah melelang lebih dari 40.000 unit mobil bekas dan 30.000 unit motor bekas. Di tengah dinamika sektor energi, efisiensi bahan bakar dan biaya operasional menjadi pertimbangan utama dalam memilih kendaraan, baik untuk kebutuhan pribadi maupun usaha.

Minat terhadap kendaraan listrik (EV) di pasar lelang mulai menunjukkan tren positif, meskipun jumlah unit yang dilelang masih relatif terbatas dibandingkan kendaraan konvensional. Pada kuartal pertama 2026, beberapa model EV yang masuk ke pasar lelang antara lain Wuling Air EV, Wuling Cloud EV, Hyundai IONIQ 5, Neta V-II, serta BYD Sealion 7.

Kehadiran model-model ini mencerminkan meningkatnya eksposur kendaraan listrik di pasar sekunder, sekaligus menjadi indikator bahwa konsumen mulai melirik opsi ramah lingkungan meski dominasi kendaraan berbahan bakar fosil masih kuat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *