Indonesia Jadi Destinasi Ramah Muslim Favorit Dunia

Masjid Istiqlal, Jakarta.

ASIAWORLDVIEW – Indonesia terus berupaya membangun ekosistem pariwisata ramah Muslim. Kini, berkembang menjadi sektor berkualitas tinggi, inklusif, dan kompetitif secara global. Apalagi Indonesia menjadi negara dengan umat Muslim terbesar di dunia, mewujudkan hal itu bukan hal sulit, tapi juga tak selalu mudah.

“Kami optimis dapat meraih gelar Destinasi Ramah Muslim Terbaik Tahun Ini pada tahun depan,” kata Sekretaris Kementerian Pariwisata Bayu Aji dalam sebuah pernyataan pada Sabtu (20/6/2026).

Pencapaian ini menegaskan posisi Indonesia yang semakin kuat sebagai destinasi pariwisata ramah Muslim yang kompetitif di tingkat global. Indonesia mencatat skor 79, yang menandai kinerja tertingginya sejak bergabung dengan GMTI.

Menurut Bayu, peningkatan ini mencerminkan upaya konsisten negara ini dalam mengembangkan ekosistem pariwisata ramah Muslim yang berkualitas tinggi, inklusif, dan kompetitif secara global.

Baca Juga: MotoGP Mandalika 2026 Perkuat Pariwisata Olahraga di Indonesia

Wisatawan berhijab tengah menjajal banana boat di kawasan wisata Pantai Carita, Pandeglang, Banten
Wisatawan berhijab tengah menjajal banana boat di kawasan wisata Pantai Carita, Pandeglang, Banten

“Hal ini terlihat dari kenaikan peringkat Indonesia ke posisi kedua sebagai destinasi ramah Muslim menurut Global Muslim Travel Index (GMTI) 2026, naik tiga peringkat dari tahun lalu,” ia menambahkan.

“Pencapaian ini tidak terlepas dari berbagai program yang dilaksanakan oleh Kementerian Pariwisata, termasuk penguatan sertifikasi halal untuk produk usaha mikro dan kecil di desa-desa wisata serta pengembangan 15 destinasi pariwisata ramah Muslim melalui Indeks Pariwisata Muslim Indonesia (IMTI) 2025 bekerja sama dengan Bank Indonesia,” ia menambahkan.

Kementerian Pariwisata juga telah memperkuat promosi destinasi melalui Indonesia.travel, menyusun pedoman layanan pariwisata ramah Muslim dasar. Selain itu, mengembangkan pedoman teknis untuk pengembangan destinasi pariwisata ramah Muslim.

Peringkat GMTI menggunakan kerangka penilaian ACES (Akses, Komunikasi, Lingkungan, dan Layanan), yang mencakup 17 indikator. Aspek akses menilai konektivitas, kemudahan persyaratan visa, dan infrastruktur transportasi.

Aspek komunikasi mengevaluasi kemahiran bahasa, promosi destinasi, dan kesadaran para pemangku kepentingan terhadap pariwisata ramah Muslim. Sementara itu, aspek lingkungan mencakup infrastruktur dasar, keamanan, keberlanjutan, dan faktor pendukung lainnya.

“Pencapaian ini mendorong para pemangku kepentingan untuk terus bekerja sama dalam mengembangkan destinasi yang nyaman, inklusif, dan berkualitas tinggi bagi wisatawan Muslim di seluruh dunia, sekaligus memperkuat posisi Indonesia di pasar pariwisata global,” pungkasnya.

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *