ASIAWORLDVIEW – Gaya hidup tidak sehat kini menjadi salah satu faktor utama meningkatnya kasus diabetes di masyarakat modern. Pola makan yang tinggi gula, garam, dan lemak, ditambah kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji, membuat kadar gula darah lebih sulit dikendalikan.
dr. Dicky Levenus Tahapary, Sp.PD-KEMD, PhD, FINASIM menjelaskan kurangnya aktivitas fisik, kebiasaan duduk terlalu lama, serta minimnya olahraga memperburuk risiko resistensi insulin. Kondisi itu membuat kasus diabetes di Indonesia meningkat.
“Pola hidup sedentari ini menyebabkan metabolisme melambat, penumpukan lemak meningkat, dan sensitivitas sel terhadap insulin menurun. Akibatnya, kadar gula darah lebih mudah naik dan berpotensi berkembang menjadi pradiabetes atau diabetes tipe 2,” ia mengatakan dalam peringatan World Diabetes Day di Smesco Jakarta.
Di Indonesia, tren gaya hidup modern yang cenderung kurang gerak, ditambah dengan pola makan tinggi gula dan lemak, telah berkontribusi pada meningkatnya kasus diabetes. Kondisi ini menunjukkan bahwa perubahan gaya hidup menjadi lebih aktif dan sehat sangat diperlukan untuk menekan laju pertumbuhan penyakit diabetes di masyarakat.
“Faktor lain seperti stres berkepanjangan, kurang tidur, merokok, dan konsumsi alkohol juga berkontribusi terhadap gangguan metabolisme tubuh,” ia menambahkan.
Baca Juga: World Diabetes Day 2025, Ajak Masyarakat Hidup Sehat dan Produktif
Kombinasi dari kebiasaan-kebiasaan ini menyebabkan tubuh tidak mampu mengatur kadar gula darah dengan baik. Alhasil memicu munculnya diabetes tipe 2 yang kini semakin banyak dialami bahkan oleh orang-orang di usia produktif.
“Aktivitas fisik rutin juga penting dilakukan, salah satunya bergerak dalam 30 menit setelah makan, misalnya berjalan cepat, yang terbukti bermanfaat dalam menurunkan respons kenaikan kadar gula darah setelah makan,” pungkasnya.
Jumlah kasus diabetes di Indonesia terus meningkat dan kini menjadi masalah kesehatan serius. Data terbaru menunjukkan bahwa hampir 30% populasi Indonesia, atau sekitar 65 juta orang, terindikasi mengidap diabetes, meskipun yang sudah terdeteksi secara resmi baru sekitar 10 juta kasus.
Diabetes kini menempati posisi sebagai salah satu penyakit kronis paling mematikan di Indonesia, berada di urutan ketiga setelah penyakit jantung dan stroke. Peningkatan kasus ini dipicu oleh berbagai faktor, terutama pola makan tinggi gula, garam, dan lemak, serta gaya hidup sedentari yang minim aktivitas fisik. Survei kesehatan nasional juga mencatat tren kenaikan prevalensi dari tahun ke tahun, dengan angka yang semakin mengkhawatirkan. Program pemeriksaan kesehatan gratis (CKG) yang dijalankan pemerintah sejak 2024 hingga 2025 menemukan antara 5 hingga 7,5 juta kasus baru diabetes.
