ASIAWORLDVIEW – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pemerintah tidak memiliki rencana melakukan pemadaman listrik ke depan. Ia berjanji pasokan listrik nasional akan tetap terjaga dengan baik, seiring komitmen pemerintah dalam memastikan ketahanan energi dan distribusi yang stabil.
Menteri Bahlil bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto telah membahas strategi untuk memastikan pelayanan listrik kepada rakyat berjalan secara maksimal. Salah satu pembahasan terkait skema pembayaran kompensasi dan subsidi terhadap PT PLN (Persero). Hal ini dilakukan agar perusahaan mempunyai kapasitas keuangan yang memadai untuk memasok listrik.
“Jadi, secara umum, sudah dibahas tadi, nggak ada masalah,” ujarnya menambahkan.
Ia menekankan bahwa pemerintah bersama PLN terus melakukan penguatan infrastruktur energi, termasuk menjaga pasokan bahan bakar dan sistem distribusi, sehingga masyarakat dapat merasa tenang menghadapi dinamika kebutuhan listrik yang terus meningkat.
“Aktivitas ekonomi dan kebutuhan rumah tangga tidak akan terganggu oleh pemadaman bergilir,” ia menambahkan.
Baca Juga: Viral Blackout Sumatra, PLN Diminta Perkuat Infrastruktur
Sebelumnya, PLN terkendala untuk memenuhi kebutuhan batu bara dengan kalori medium atau sedang. Alhasil harga jual ke PLN yang murah.
Perusahaan menjual batu bara ke PLN dengan mengacu kepada harga pemenuhan kebutuhan domestik atau domestic market obligation (DMO) seharga 70 dolar AS per ton. Sedangkan, harga batu bara acuan (HBA) periode I Juni 2026 ditetapkan sebesar 121,83 dolar AS per ton.
Terkait permasalahan tersebut, Bahlil telah menerima perintah dari Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan koordinasi dengan PLN, Direktorat Jenderal Mineral dan Batu bara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM, dan BPKP terkait pemenuhan kebutuhan batu bara PLN.
