ASIAWORLDVIEW – Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menyampaikan rasa bangganya terhadap perkembangan industri film Indonesia dalam konferensi pers Festival Film Indonesia (FFI) 2026, Kamis (18/6/2026). Menurutnya, film lokal semakin dilirik oleh masyarakat luas.
“Pencapaian ini menunjukkan bahwa film nasional tidak hanya mampu bersaing di pasar domestik, tetapi juga mulai menjadi tuan rumah di negeri sendiri dengan dukungan penonton yang semakin besar,” ia mengatakan.
Ia menekankan bahwa apresiasi masyarakat terhadap karya anak bangsa merupakan bukti nyata bahwa kualitas film Indonesia terus meningkat. Semua itu terlihat baik dari sisi cerita, produksi, maupun kreativitas para sineas.
“Dukungan ini juga menjadi dorongan moral bagi para pelaku industri perfilman untuk terus berinovasi dan menghasilkan karya yang relevan dengan kebutuhan zaman, khususnya dalam menghadirkan cerita yang dekat dengan kehidupan masyarakat,” ia menambahkan.
Fadli Zon menilai bahwa keberhasilan film Indonesia menarik perhatian penonton lokal adalah langkah penting dalam memperkuat identitas budaya dan memperluas pengaruh soft power bangsa. Dengan semakin banyaknya film yang sukses di bioskop, Indonesia tidak hanya menunjukkan potensi besar di sektor hiburan, tetapi juga membuktikan bahwa karya seni dapat menjadi sarana memperkuat kebanggaan nasional.
Baca Juga: Menbud Fadli Zon: Art Jakarta Gardens 2026, Panggung Edukasi dan Promosi Seniman Lokal
Ia juga bangga Festival Film Indonesia (FFI) menjadi salah satu bukti nyata keberhasilan industri perfilman di Indonesia. Ajang penghargaan bergengsi ini tidak hanya berfungsi sebagai wadah apresiasi terhadap karya para sineas tanah air, tetapi juga sebagai indikator bahwa film Indonesia telah berkembang pesat baik dari segi kualitas maupun kuantitas.
“Melalui FFI, masyarakat dapat melihat bagaimana film nasional mampu bersaing dengan karya internasional, sekaligus memperkuat identitas budaya bangsa. Kehadiran FFI menunjukkan bahwa perfilman Indonesia telah mencapai tahap di mana kreativitas, inovasi, dan profesionalisme para pelaku industri diakui secara luas,” jelasnya.
FFI juga menjadi simbol kebangkitan perfilman Indonesia, karena setiap tahun semakin banyak film yang diproduksi dengan standar tinggi dan mendapat sambutan positif dari penonton. Hal ini membuktikan bahwa industri film tidak lagi dipandang sebelah mata, melainkan menjadi bagian penting dari ekonomi kreatif yang mampu memberikan kontribusi signifikan bagi pembangunan nasional. Dengan adanya FFI, para sineas terdorong untuk terus menghasilkan karya yang relevan, berkualitas, dan mampu bersaing di kancah global.
“Semoga tren positif ini terus berlanjut sehingga perfilman Indonesia mampu menjadi salah satu pilar penting dalam pembangunan ekonomi kreatif sekaligus memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional,” pungkasnya.
