Rupiah Tembus Rp18.015 per Dolar AS, Ternyata Ini Dampaknya

Teller menghitung uang Rupiah dengan berbagai pecahan.(Kemenkeu).

ASIAWORLDVIEW – Nilai tukar rupiah terhadap USD atau dolar Amerika Serikat (AS) kembali tertekan 0,27 persen, Kamis (4/6/2026). Kini menembus Rp18.015 per dolar AS.

pelemahan nilai tukar rupiah hingga menembus level Rp18.015 per dolar AS membawa sejumlah dampak signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Rupiah yang terdepresiasi membuat harga barang-barang impor menjadi lebih mahal, terutama bahan baku, energi, dan barang konsumsi yang masih bergantung pada pasokan luar negeri.

Hal ini berpotensi mendorong kenaikan harga domestik (imported inflation) yang pada akhirnya membebani daya beli masyarakat, khususnya kelas menengah ke bawah. Selain itu, sektor korporasi dengan utang dalam dolar AS akan mengalami peningkatan beban pembayaran pokok dan bunga ketika dikonversi ke rupiah, sehingga risiko gagal bayar (default) meningkat, terutama bagi perusahaan yang pendapatannya masih dominan dalam rupiah.

Baca Juga: Rupiah Berisiko Sentuh Rp18.000 per Dolar AS

Bagi sektor ekspor, pelemahan rupiah sebenarnya memberikan keuntungan karena produk Indonesia menjadi lebih murah di pasar global. Namun manfaat ini seringkali tidak langsung terasa jika industri dalam negeri justru bergantung pada bahan baku impor.

Sentimen pasar keuangan terganggu karena investor asing cenderung menarik modalnya (capital outflow) dari instrumen berbasis rupiah, seperti saham dan obligasi, untuk menghindari kerugian kurs, sehingga tekanan terhadap cadangan devisa dan pasar keuangan domestik semakin besar.

Pemerintah dan Bank Indonesia harus mengeluarkan intervensi lebih agresif, seperti melepas dolar dari cadangan devisa atau menaikkan suku bunga acuan, yang justru dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi karena biaya kredit menjadi mahal. Dengan tembusnya ambang psikologis Rp18.000, kepercayaan terhadap stabilitas rupiah juga ikut tergerus, yang dapat memicu perilaku spekulatif dan penimbunan dolar oleh pelaku pasar, memperdalam pelemahan lebih lanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *