Riset: Kuliner Jadi Pendorong Loyalitas Hotel di Era Traveler Modern

Makanan Nusantara

ASIAWORLDVIEW – Makanan dan minuman (F&B) adalah pintu masuk paling natural ke dalam budaya lokal. Traveler masa kini tidak hanya ingin melihat pemandangan, tetapi juga merasakan destinasi melalui lidah mereka.

Dalam laporan terbaru Marriott Bonvoy, kuliner muncul sebagai pendorong terkuat dalam perjalanan dan loyalitas hotel di kawasan Asia Pasifik atau APEC, kecuali China. Sebanyak 63% traveler memprioritaskan pengalaman kuliner ketika merencanakan perjalanan mereka, menjadikan makanan dan minuman bukan sekadar pelengkap, melainkan faktor utama dalam menentukan destinasi dan pilihan akomodasi.

Para traveler kuliner menunjukkan perilaku loyalitas yang sangat jelas: mereka aktif mengumpulkan poin melalui aktivitas kuliner dan kemudian menukarkannya untuk pengalaman makan dan minum (F&B). Hal ini menjadikan kuliner sebagai salah satu penggerak keterlibatan loyalitas hotel yang paling kuat dan terukur.

Baca Juga: Rimo-rimo dan Gohu Ikan, Jejak Kuliner Nusantara di Jalur Rempah

Lebih dari itu, pengalaman kuliner juga bersifat shareable di media sosial—foto hidangan cantik, suasana restoran yang instagramable, atau bahkan video proses memasak oleh koki terkenal, semuanya menjadi konten organik yang mempromosikan hotel secara gratis. Dengan kata lain, kuliner memberikan diferensiasi sensorik dan emosional yang tidak bisa direplikasi oleh pesaing dalam waktu singkat.

Apalagi jika hotel yang menyajikan hidangan khas daerah dengan bahan baku lokal dan teknik otentik secara otomatis memberikan nilai tambah emosional yang tidak bisa digantikan oleh kamar mewah sekalipun. Ketika seorang tamu bisa menikmati sate lilit buatan koki Bali di restoran hotel, atau mencicipi kopi Toraja yang diseduh dengan metode tradisional, maka hotel tersebut telah berhasil menciptakan “sense of place” yang kuat. Inilah yang membedakan hotel biasa dengan hotel yang diingat selamanya.

Hotel yang mampu menghadirkan pengalaman kuliner unik dan berkualitas tidak hanya meningkatkan kepuasan tamu, tetapi juga memperkuat ikatan jangka panjang melalui program loyalitas. Fenomena ini menegaskan bahwa pengalaman kuliner kini menjadi strategi penting dalam industri perhotelan, di mana makanan dan minuman berperan sebagai katalis utama untuk membangun hubungan emosional dan komitmen pelanggan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *