Shiba Inu Kehilangan 93% Nilai, Transfer Massal ke Exchange Jadi Sorotan

Shiba Inu

ASIAWORLDVIEW – Terjadi pergerakan signifikan lebih dari 3 miliar token Shiba Inu (SHIB) yang dikirim ke berbagai bursa kripto, sebuah fenomena yang biasanya dianggap sebagai sinyal klasik di pasar aset digital. Ketika investor memindahkan token dari dompet pribadi (self-custody) ke exchange, umumnya langkah tersebut dilakukan untuk menjual atau memperdagangkan aset tersebut.

Dalam sepekan terakhir, harga aset digital ini dilaporkan anjlok sekitar 10%. Lebih menyedihkan lagi jika dilihat dalam rentang satu tahun terakhir, SHIB sudah merosot hingga 54%. SHIB telah kehilangan lebih dari 93% nilainya dari puncak. Meskipun demikian, para pemegang setia (dikenal sebagai ShibArmy) masih berharap pada rencana pengembangan jangka panjang.

Lonjakan transfer ini sering kali memicu spekulasi pasar karena dapat menandakan potensi tekanan jual yang besar, sehingga berdampak pada pergerakan harga. Bagi pelaku pasar, aktivitas semacam ini menjadi indikator penting untuk membaca sentimen investor terhadap Shiba Inu dan tren jangka pendek di ekosistem kripto.

Baca Juga: Ini Alasan Shiba Inu Sukses Bertahan di Pasar Kripto

Akibatnya, tekanan jual (sell pressure) terhadap SHIB meningkat drastis, terutama di saat pasar kripto secara keseluruhan sedang mengalami likuidasi massal. Likuidasi terjadi ketika posisi trader (terutama yang menggunakan leverage) ditutup paksa oleh bursa karena pergerakan harga yang tidak menguntungkan, sehingga membanjiri pasar dengan order jual tambahan. Kombinasi antara gelombang transfer SHIB ke bursa dan kondisi makro pasar yang bearish ini membuat token bertema anjing kucing tersebut semakin tertekan.

Dari sisi analisis on-chain, lonjakan pasokan SHIB di bursa merupakan indikator yang perlu dicermati. Secara sederhana, semakin banyak token yang tersimpan di bursa, semakin besar potensi token tersebut untuk dijual kapan saja. Jika permintaan (demand) tidak meningkat secara bersamaan, maka hukum pasar akan bekerja: kelebihan pasokan menyebabkan harga turun.

Sebaliknya, jika sebagian besar SHIB disimpan di dompet pribadi (staked atau cold storage), maka tekanan jual cenderung lebih rendah. Sayangnya, data 18 Mei menunjukkan arus masuk bersih (net inflow) ke bursa cukup besar sehingga mengalahkan sentimen positif apa pun yang mungkin muncul dari pembakaran token (burn) atau pengumuman proyek.

Analis memperingatkan bahwa tanpa adanya katalis pembelian yang kuat, harga SHIB berisiko melanjutkan penurunannya menuju zona support berikutnya di kisaran USD0,00000500. Bahkan lebih rendah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *