Harga Bitcoin Stabil USD76.803, Aktivitas Perdagangan Tinggi

Bitcoin.(Unsplash.com)

ASIAWORLDVIEW – Harga Bitcoin hari ini, Rabu (20/5/2026), berada di sekitar Rp1,358 miliar per BTC atau sekitar USD76.803 per BTC. Pergerakan harian relatif stabil di kisaran Rp1,347 miliar hingga Rp1,367 miliar. Kapitalisasi pasar global mencapai sekitar Rp27,2 kuadriliun, sementara volume perdagangan 24 jam tercatat sekitar Rp450 triliun, menandakan aktivitas pasar yang masih tinggi.

Dalam 24 jam terakhir, harga naik tipis sekitar +0,05%, meski secara mingguan turun -3,17%. Secara bulanan, Bitcoin mencatat kenaikan +1,25%, namun dalam setahun terakhir masih terkoreksi sekitar -28,10%.

Faktor utama yang memengaruhi harga termasuk likuiditas perdagangan, sentimen global setelah penurunan empat hari berturut-turut, serta sifat supply terbatas dengan 20,03 juta BTC beredar dari maksimum 21 juta BTC.

Baca Juga: Bitcoin Turun ke USD78.000, Investor Alami Kerugian

Saat ini, harga masih jauh di bawah puncak tertinggi sepanjang masa (Rp2,23 miliar pada Oktober 2025), turun sekitar 39%, tetapi tetap menunjukkan kenaikan luar biasa dibandingkan harga terendah Rp861 pada Juli 2010.

Harga Bitcoin dipengaruhi oleh beberapa faktor utama yang saling berkaitan. Likuiditas dan volume perdagangan yang tinggi, mencapai sekitar Rp450 triliun dalam 24 jam terakhir, menunjukkan bahwa pasar masih aktif dan likuid, sehingga pergerakan harga tetap dinamis.

Dari sisi sentimen global, Bitcoin sempat mengalami tekanan dengan penurunan empat hari berturut-turut, namun kini mulai stabil di bawah level USD77 ribu, mencerminkan adanya keseimbangan baru antara permintaan dan penawaran.

Faktor paling mendasar adalah supply terbatas, di mana saat ini beredar sekitar 20,03 juta BTC dari maksimum 21 juta BTC. Kelangkaan ini membuat Bitcoin memiliki sifat deflasi, sehingga setiap perubahan permintaan dapat berdampak signifikan terhadap harga. Kombinasi antara aktivitas perdagangan, kondisi pasar global, dan keterbatasan pasokan menjadikan Bitcoin tetap menjadi aset yang sangat sensitif terhadap perubahan ekonomi maupun sentimen investor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *