ASIAWORLDVIEW – Sejumlah Exchange-Traded Fund (ETF) tercatat melemah seiring dengan tekanan di pasar global dan sentimen risk-off yang masih mendominasi. Pelemahan ini mencerminkan sikap hati-hati investor yang lebih memilih instrumen aman seperti emas dan obligasi dibanding aset berisiko.
Volume perdagangan juga telah turun ke level yang terakhir kali tercatat pada September 2023, dengan Binance mencatat penurunan bulanan sekitar USD25 miliar, sementara Gate.io dan OKX masing-masing mengalami penurunan sebesar USD13 miliar dan USD6 miliar.
Menurunnya tingkat partisipasi telah mengurangi kemampuan pasar untuk menyerap tekanan jual selama periode kenaikan harga.
Pada saat yang sama, ETF Bitcoin spot yang terdaftar di AS mencatat arus keluar bersih sebesar USD490 juta selama tiga sesi berturut-turut pada awal pekan ini, membalikkan sebagian tren arus masuk selama dua pekan sebelumnya, meskipun total arus masuk bersih sejak Maret masih berada di angka USD3,3 miliar.
Baca Juga: SEC Tinjau Aturan ETF Kripto, Investor Tunggu Dampaknya
Kondisi makroekonomi juga menambah tekanan pada sentimen pasar. Sejak perang di Iran dimulai pada akhir Februari, minyak telah menjadi salah satu titik tekanan utama bagi aset berisiko.
Reuters melaporkan bahwa harga minyak Brent sempat melampaui USD126 seiring meningkatnya kekhawatiran bahwa konflik AS-Iran. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan pasokan energi di Timur Tengah yang lebih lama.
Pergerakan ini bertepatan dengan kenaikan imbal hasil obligasi Treasury AS bertenor 5 tahun menjadi 4,02% dari 3,51% dua bulan sebelumnya, menambah tekanan pada Bitcoin karena para pedagang memperhitungkan risiko inflasi yang lebih tinggi dan permintaan yang lebih lemah terhadap aset berisiko.
Kenaikan harga minyak mendekati USD126 dan imbal hasil obligasi Treasury AS bertenor 5 tahun yang naik ke 4,02% telah mendorong investor untuk mengambil posisi defensif, sementara pertumbuhan PDB AS tercatat sebesar 2%, di bawah perkiraan 2,3% yang dilaporkan oleh Departemen Perdagangan AS, yang turut berkontribusi pada selera risiko yang hati-hati.
