ASIAWORLDVIEW – Harga Bitcoin (BTC) hari ini, Sabtu (11/4/2026), berada di kisaran USD 72.900 hingga 73.000 per koin (sekitar Rp 1,24 miliar), mencatat kenaikan sekitar 1,4% dalam 24 jam terakhir. Pasar kripto secara keseluruhan juga menguat, dengan kapitalisasi global naik menjadi USD 2,47 triliun.
Namun, masih ada risiko bahwa gencatan senjata yang baru-baru ini diumumkan mungkin tidak akan bertahan lama. JPMorgan mengeluarkan peringatan yang mengkhawatirkan.
Harga Bitcoin tetap stabil di atas level dukungan kunci di USD70.000. Langkah tersebut didukung oleh gencatan senjata AS-Iran yang baru-baru ini diumumkan dan mengakhiri perang.
Baca Juga: Pasar Kripto Siap Hadapi Volatilitas Besar
Berakhirnya perang secara total sangat bullish bagi Bitcoin dan mata uang kripto lainnya. Kondisi ini menyebabkan inflasi yang lebih rendah dan harga aset yang lebih tinggi.
Namun, risiko utamanya adalah gencatan senjata tersebut mungkin tidak akan bertahan lama. Hal itu karena masih ada masalah-masalah utama yang belum terselesaikan. Misalnya, AS khawatir tentang blokade Selat Hormuz yang masih berlangsung.
Sementara Israel menekan AS untuk mengakhiri gencatan senjata tersebut. Selain itu, AS terus menambah pasukan ke Timur Tengah.
