ASIAWORLDVIEW – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, membahas langkah-langkah strategis dalam mengembangkan aset digital terintegrasi di Indonesia. Ia menilai pentingnya aset digital sebagai alternatif pembiayaan dalam ekosistem ekonomi kreatif.
“Saya melihat potensi besar dalam teknologi Web3 dan bursa seperti ICEx untuk mendorong tokenisasi aset ekonomi kreatif, mulai dari musik dan film hingga kekayaan intelektual (IP) lainnya. Hal ini akan membuka pintu bagi alternatif pembiayaan yang lebih luas dan modern bagi para kreator lokal kita,” katanya di Jakarta, baru-baru ini.
ICEx Group, bursa aset kripto yang beroperasi sebagai Organisasi Pengatur Mandiri (SRO) yang berfokus pada perdagangan aset kripto, Aset Dunia Nyata (RWA), dan layanan kustodian. Sebagai SRO, ICEx memainkan peran krusial dalam menjaga integritas pasar dan memastikan transparansi transaksi bagi investor.
Baca Juga: ICEx, Bursa Kripto Indonesia Berstandar Global dengan Dukungan OJK
“Kementerian Ekonomi Kreatif memberikan dua dukungan strategis bagi ICEx. Pertama, melalui kampanye ‘Creative by Indonesia’, kami mendorong ICEx untuk bertransformasi dari juara nasional menjadi pemain utama di tingkat regional. Kedua, kami memposisikan ICEx sebagai enabler yang mempercepat komersialisasi kekayaan intelektual lokal melalui inovasi pembiayaan alternatif seperti crowdfunding bagi talenta kreatif di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Langkah strategis dalam mengembangkan aset digital terintegrasi di Indonesia mencakup beberapa aspek penting. Pertama, pemerintah perlu mendorong tokenisasi aset ekonomi kreatif seperti musik, film, dan kekayaan intelektual lainnya agar dapat menjadi alternatif pembiayaan bagi para kreator lokal. Kedua, kolaborasi dengan bursa aset digital yang berstatus Organisasi Pengatur Mandiri (SRO), seperti ICEx, akan memastikan integritas pasar dan transparansi transaksi sehingga investor merasa lebih aman.
Selain itu, dukungan regulasi yang jelas dari otoritas keuangan menjadi fondasi agar ekosistem Web3 dan aset digital dapat berkembang secara berkelanjutan. Juga integrasi teknologi AI dan blockchain harus dimanfaatkan untuk mempercepat komersialisasi aset kreatif sekaligus meningkatkan literasi digital masyarakat.
