Harga Ethereum Tertekan, Potensi Rebound Tetap Ada

Ethereum.(Decrypt)

ASIAWORLDVIEW – Harga Ethereum masih berada di bawah tekanan saat para investor menilai kemungkinan pergerakan menuju level USD4.000 pada akhir 2026. Harga Ether baru-baru ini merosot di bawah USD2.100 di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.

Kelemahan pasar kripto secara umum telah membatasi upaya pemulihan. Meskipun demikian, sejumlah faktor pendorong jangka panjang tetap mendukung kemungkinan terjadinya rebound jika kondisi pasar membaik.

Ethereum mencapai rekor tertinggi sepanjang masa sebesar USD4.953 pada 24 Agustus 2025. Saat ini, ETH berada di level sekitar USD2.000, atau hampir 60% dari puncak tersebut.

Skala pemulihan tersebut kemungkinan besar bergantung pada reli pasar yang lebih luas. Kembalinya Bitcoin di atas USD100.000 dapat memulihkan kepercayaan di kalangan altcoin utama. SOL, DOGE, ADA, BNB, dan XRP adalah beberapa aset yang cenderung naik saat pasar berada dalam siklus positif.

Baca Juga: ETF Ethereum Spot Alami Penarikan Dana Besar-besaran

Struktur pasokan Ethereum juga dapat memengaruhi pergerakan harga di masa depan. Model pembakaran biaya jaringan membakar sebagian biaya transaksi dari peredaran. Peningkatan aktivitas jaringan dapat mengurangi pasokan.

Keterlibatan staking masih mengunci jumlah besar ETH. Peningkatan adopsi Layer-2 dapat meningkatkan skalabilitas dan memungkinkan Ethereum mempertahankan penggunaan yang meningkat. Integrasi aset dalam kehidupan nyata dan program tokenisasi merupakan katalis lain yang akan dirasakan dalam jangka panjang.

Aliran modal institusional tetap menjadi faktor utama dalam prospek Ethereum. BitMine baru-baru ini mengumumkan investasinya di Beast Industries, senilai USD200 juta.

Catatan on-chain menunjukkan bahwa sekitar 50.000 ETH, senilai sekitar 108,3 juta dolar AS, mengalir melalui FalconX. Kemampuan untuk mempertahankan aktivitas semacam ini dapat memperkuat sentimen. Namun, statistik ETF saat ini menunjukkan komitmen institusional yang beragam.