ASIAWORLDVIEW – Belanja konsumen selama Ramadan mengalami peningkatan signifikan, dan hal ini mendorong pertumbuhan Lazada hingga 3,5 kali lipat dibandingkan periode biasa. Lonjakan ini mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat dalam berbelanja online, terutama untuk kebutuhan Ramadan dan menjelang Idul Fitri.
Lazada kembali mencatat pertumbuhan penjualan selama periode Ramadan melalui rangkaian festival belanja dengan puncak pada Lazada 3.3 Ramadan Mega Sale 2026 yang berlangsung pada 2–6 Maret, dilanjutkan dengan Lazada THR Sale 2026 pada 8 hingga 11 Maret.
Amelia Tediarjo, Head of Operations and Business Growth Lazada Indonesia, mengatakan bahwa Ramadan secara tradisional merupakan periode dengan peningkatan permintaan konsumen. Namun, tahun ini menunjukkan tren baru berupa kenaikan nilai belanja setiap konsumen, terutama di LazMall, kanal khusus di Lazada yang menawarkan produk autentik dan berkualitas dari brand tepercaya.
“Selama Ramadan, LazMall mengalami peningkatan penjualan hingga 3,5 kali lipat dibandingkan hari biasa, yang juga mencerminkan tren di keseluruhan platform. Kategori-kategori LazMall yang mencatat lonjakan signifikan umumnya berkaitan dengan persiapan dan perayaan Ramadan, seiring keinginan konsumen untuk meningkatkan kualitas hidup selama bulan suci hingga Idulfitri,” ujarnya, dikutip Asiaworldview, Sabtu (28/3/2026).
Pertumbuhan paling tinggi tercatat pada kategori fashion yang meningkat hingga 5 kali lipat dibandingkan hari biasa, didorong oleh kenaikan nilai pesanan pada produk fashion pria, wanita, anak-anak, maupun olahraga. Kategori kebutuhan rumah tangga juga mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 4,5 kali lipat. Peningkatan ini turut didorong oleh kebutuhan konsumen untuk memastikan ketersediaan kebutuhan sehari-hari selama Ramadan.
Baca Juga: BINA Lebaran 2026: Lazada Perkuat Ekonomi Digital Nasional
“Kami melihat permintaan yang kuat untuk produk kecantikan, groceries, serta ibu dan anak, seiring meningkatnya perhatian konsumen dalam merawat diri dan keluarga agar dapat menjalani puasa dengan lancar,” ia menambahkan.
Sementara itu, kategori elektronik mencatat pertumbuhan hingga 4 kali lipat dibandingkan hari biasa, dengan lonjakan pada permintaan gawai seperti smartphone dan tablet, serta elektronik rumah tangga seperti televisi. Selain peningkatan volume penjualan, nilai belanja per konsumen juga meningkat tajam, mencerminkan minat untuk meningkatkan kenyamanan hidup.
“Konsumen yang semakin cermat memanfaatkan THR untuk meng-upgrade perangkat elektronik yang tidak hanya mendukung kebutuhan hiburan, tetapi juga produktivitas sehari-hari,” pungkasnya.
Pertumbuhan ini tidak hanya didorong oleh peningkatan jumlah transaksi, tetapi juga oleh kenaikan nilai pesanan per konsumen. Langkah ini mencerminkan semakin matangnya konsumen Indonesia dalam memilih dan berbelanja produk berkualitas tinggi secara online.
Faktor pendorongnya antara lain promo besar-besaran, diskon menarik, serta kemudahan akses melalui platform digital yang semakin dipercaya konsumen. Pertumbuhan pesat ini menunjukkan bahwa e-commerce, semakin menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia dalam memenuhi kebutuhan belanja, sekaligus memperkuat posisinya sebagai pemain besar di pasar daring nasional.
