Tak Hanya Ketupat, Inilah Sajian Lebaran Khas Nusantara Tersaji saat Lebaran

Makanan Indonesia.(cloudinary)

ASIAWORLDVIEW – Ketupat dan opor ayam yang sudah menjadi ikon Lebaran di Nusantara, banyak daerah memiliki hidangan khas yang selalu hadir di meja perayaan. Bahkan, banyak juga yang menyajikannya bersama rendang.

Sebelumnya, rendang menjadi menu wajib bagi masyarakat Minang saat Lebaran. Kini, warga yang tinggal di Pulau Jawa juga menyajikannya bersama ketupat dan opor ayam.

Ternyata masih banyak sajian Lebaran Nusantara yang tersedia di rumah-rumah. Apa sajakh itu? Asiaworldview merangkumnya dari berbagai sumber, Senin (22/3/2026):

Lemang

Lemang.(freepik)
Lemang.(freepik)

Lemang adalah salah satu makanan tradisional Nusantara yang sangat populer saat Lebaran, terutama di Sumatra dan Kalimantan. Hidangan ini dibuat dari beras ketan yang dimasak dalam bambu bersama santan, menghasilkan tekstur legit dan aroma khas yang meresap dari bambu.

Proses memasaknya cukup unik karena bambu dibakar perlahan di atas api, sehingga memberikan rasa smokey yang khas. Lemang biasanya disajikan bersama rendang atau gulai, menjadikannya pasangan sempurna untuk hidangan berkuah dan berbumbu pekat. Selain sebagai makanan perayaan, lemang juga melambangkan kebersamaan karena biasanya dibuat dalam jumlah besar untuk dibagikan kepada keluarga dan tetangga saat Idul Fitri.

Ayam Gagape

Ayam gagape
Ayam gagape

Ayam Gagape, salah satu hidangan khas Makassar, Sulawesi Selatan, yang selalu hadir di meja Lebaran sebagai simbol kehangatan keluarga dan tradisi kuliner lokal. Hidangan ini berupa ayam yang dimasak dengan santan dan kelapa sangrai, menghasilkan cita rasa gurih yang lebih pekat dibandingkan opor ayam.

Proses memasaknya cukup khas: ayam dimasak perlahan dalam kuah santan yang kaya rempah, kemudian ditambahkan kelapa sangrai yang memberikan aroma smokey dan tekstur lebih kaya. Perpaduan santan, rempah, dan kelapa sangrai membuat Ayam Gagape terasa hangat, berlemak, dan sangat cocok disantap bersama nasi putih atau lontong saat Lebaran. Selain menjadi sajian utama, hidangan ini juga mencerminkan kekayaan kuliner Makassar yang memadukan bahan lokal dengan teknik memasak tradisional.

Binarundak

Binarundak.
Binarundak.

Binarundak, sajian khas Lebaran dari Minahasa, Sulawesi Utara, yang memiliki keunikan tersendiri dalam cara memasaknya. Hidangan ini mirip dengan Lemang, dibuat dari nasi ketan yang dimasak dalam bambu bersama santan dan rempah, sehingga menghasilkan aroma khas yang meresap ke dalam nasi serta tekstur legit yang menggugah selera. Proses memasak dengan bambu memberikan cita rasa smokey alami sekaligus menjaga kelembutan ketan.

Binarundak sering disajikan sebagai hidangan utama saat Idul Fitri, melambangkan kebersamaan dan tradisi kuliner lokal yang diwariskan turun-temurun. Kehadirannya di meja Lebaran bukan hanya sekadar makanan, tetapi juga bagian dari identitas budaya Minahasa yang menekankan kesederhanaan, kehangatan, dan kekayaan rasa Nusantara.

Kue Lontar

Kue lontar
Kue lontar

Kue Lontar, hidangan penutup khas Papua yang selalu hadir saat Lebaran sebagai simbol jamuan manis dan kehangatan keluarga. Bentuknya menyerupai pie susu berukuran besar dengan tekstur lembut dan rasa manis legit yang disukai banyak orang. Proses pembuatannya menggunakan adonan sederhana dari tepung, telur, susu, dan gula, lalu dipanggang hingga menghasilkan permukaan berwarna keemasan yang menggoda.

Kue ini biasanya disajikan dalam ukuran besar, sehingga dapat dinikmati bersama-sama oleh keluarga dan tamu, mencerminkan nilai kebersamaan yang erat dalam tradisi Lebaran di Papua. Kehadirannya bukan hanya sebagai makanan penutup, tetapi juga sebagai bagian dari identitas kuliner daerah yang memperkaya ragam sajian Lebaran Nusantara.