Shiba Inu Aktifkan Mekanisme Pembakaran, Aktivitas Naik 44%

Shiba Inu.

ASIAWORLDVIEW – Shiba Inu kembali menjadi sorotan setelah mengaktifkan mekanisme pembakaran koinnya. Langkah tersebut bertepatan dengan rebound harga yang moderat, meskipun tekanan bearish terus berlanjut.

Data menunjukkan peningkatan aktivitas pembakaran di seluruh ekosistem, dikutip Asiaworldview dari Coindesk, Sabtu (14/3/2026). Namun, peristiwa ini juga memicu kembali perdebatan mengenai apakah mekanisme deflasi tersebut benar-benar berdampak signifikan terhadap pasokan dan harga.

Mekanisme deflasi Shiba Inu telah menghapus 6.878.412 SHIB dari peredaran kemarin. Menurut Shibburn, platform yang melacak transaksi pembakaran SHIB, pembakaran terbaru ini menandai peningkatan aktivitas sebesar 44,45%.

Baca Juga: Harga Shiba Inu Pulih Usai Penurunan, Pasar Kripto Kembali ke Zona Hijau

Pembakaran token berfungsi sebagai metode ekosistem untuk mengurangi pasokan yang beredar. Pengembang dan anggota komunitas menghancurkan token dengan mengirimkannya ke alamat dompet yang tidak dapat diakses.

Strategi ini bertujuan untuk menurunkan pasokan total dan berpotensi mendukung pertumbuhan harga melalui dinamika penawaran dan permintaan. Secara teori, semakin sedikit token yang beredar dapat meningkatkan nilai aset yang tersisa.

Namun, pembakaran terbaru menyoroti tantangan skala yang dihadapi koin meme ini. Data menunjukkan 585.474.878.489.555 SHIB masih beredar. Pasokan yang sangat besar membatasi dampak keseluruhan dari setiap peristiwa pembakaran.

Mekanisme pembakaran menghasilkan hasil yang dapat diukur secara terbatas. Jutaan token yang dibakar jarang mengubah gambaran pasokan secara keseluruhan. Para kritikus mengatakan bahwa aktivitas pembakaran tersebut tampak lebih simbolis daripada transformatif. Dengan lebih dari setengah kuadriliun SHIB yang masih beredar, banyak yang percaya bahwa pengurangan tersebut masih terlalu kecil.