Pakar: Mudik dengan Kendaraan Pribadi, Jangan Abaikan Keselamatan

Perjalanan mudik.(freepik)

ASIAWORLDVIEW Mudik dengan kendaraan pribadi memang memberi fleksibilitas, namun juga menuntut persiapan ekstra. Pemeriksaan komponen vital menjadi langkah yang sangat penting untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan di jalan.

“Kondisi ban harus dicek secara menyeluruh, termasuk tekanan angin dan ketebalan kembang, karena ban yang aus atau kurang tekanan bisa meningkatkan risiko kecelakaan,” sebut Jusri Pulubuhu, pakar keselamatan jalan raya dari Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) di Jakarta.

Rem juga wajib diperiksa agar respons pengereman tetap optimal, sementara oli mesin harus diganti atau ditambah sesuai jadwal agar performa kendaraan tidak menurun. Aki dan sistem kelistrikan, termasuk lampu utama serta lampu sein, perlu dipastikan berfungsi dengan baik karena sangat krusial saat berkendara di malam hari atau dalam kondisi hujan.

Selain itu, mengisi bahan bakar penuh sebelum berangkat akan membantu menghindari antrean panjang di SPBU yang biasanya terjadi saat arus mudik, sehingga perjalanan lebih lancar.

“Tak kalah penting, perlengkapan darurat seperti ban cadangan, dongkrak, segitiga pengaman, dan kotak P3K harus selalu tersedia di kendaraan,” ia menambahkan.

Baca Juga: Jelang Angkutan Lebaran 2026, KAI Daop 2 Bandung Fokus Tingkatkan Keselamatan Perjalanan Kereta Api

Perlengkapan ini menjadi penolong utama jika terjadi keadaan darurat di jalan, baik kerusakan teknis maupun kondisi kesehatan mendadak. Dengan persiapan menyeluruh ini, perjalanan mudik akan lebih aman, nyaman, dan minim risiko.

Ia menyebutkan perjalanan pulang ke kampung halaman menggunakan kendaraan beroda dua maupun kendaraan beroda empat menjelang Lebaran biasanya membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan pada hari-hari biasa.

“Karakter perjalanan mudik di Indonesia ini ada tiga, seperti waktu, kondisi yang lelah hingga membawa barang yang berlebih,” pungkasnya.

Ia menyarankan pemudik mengupayakan barang bawaan tidak melampaui kapasitas muat kendaraan. Muatan berlebih ini dapat mengakibatkan mobil itu cepat rusak dan juga konsumsi BBM menjadi lebih meningkat.