ASIAWORLDIEW – Harga Bitcoin dan emas mengalami penurunan setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa persediaan amunisi AS di tingkat menengah dan atas menengah “hampir tak terbatas.” Pernyataan tersebut memicu kekhawatiran pasar bahwa konflik antara AS dan Iran dapat berlangsung lebih lama, sehingga meningkatkan ketidakpastian geopolitik.
Mnegutp Reuters, Rabu (/33/206), kondisi ini membuat investor cenderung menjauhi aset berisiko seperti kripto dan emas. Mereka beralih ke instrumen keuangan yang dianggap lebih aman.
Dampak langsung dari komentar Trump terlihat pada pergerakan harga yang melemah. Kondisi ini mencerminkan sensitivitas pasar terhadap perkembangan politik dan keamanan global.
Baca Juga: Perang AS-Iran Meluas ke Timur Tengah, Pasar Kripto Ikut Terguncang
Bitcoin menghapus kenaikan sebelumnya dan turun 3% menjadi USD67.946. Level terendah dan tertinggi dalam 24 jam terakhir masing-masing adalah USD65.303 dan USD70.044. Selain itu, volume perdagangan meningkat 40% dalam 24 jam terakhir, menunjukkan peningkatan minat di kalangan trader.
Dalam kerangka waktu harian, harga BTC bergerak dalam rentang Bollinger Bands yang sempit dan di bawah rata-rata pergerakan (MA) 50, 100, dan 200. Data on-chain Bitcoin mengonfirmasi bahwa kondisi pasar bearish tetap berlaku.
Data CoinGlass menunjukkan sentimen campuran di pasar derivatif. Pada saat penulisan, total open interest (OI) kontrak berjangka BTC melonjak hampir 4% menjadi USD44,48 miliar dalam 24 jam terakhir. Namun, OI kontrak berjangka BTC 4-jam di CME dan Binance masing-masing turun lebih dari 6,50% dan 3%.
