ASIAWORLDVIEW – Harga Bitcoin kembali menguji level USD70.000 untuk kedua kalinya dalam seminggu. Kondisi ini memicu spekulasi di kalangan trader apakah BTC sedang membentuk dasar setelah koreksi berbulan-bulan.
BTC saat ini bergerak dalam rentang sempit USD64.000 hingga USD70.000 di tengah faktor pendukung termasuk aliran dana ke ETF Bitcoin spot, kemajuan RUU CLARITY, dan sinyal on-chain yang membaik.
Namun, ketegangan geopolitik yang meningkat di Timur Tengah memperburuk kekhawatiran inflasi dan mengurangi kemungkinan pemotongan suku bunga The Fed, dengan indeks dolar AS (DXY) melonjak ke 98,72.
Baca Juga: Perang AS-Iran Meluas ke Timur Tengah, Pasar Kripto Ikut Terguncang
Bitcoin, Ethereum, XRP, Solana, dan pasar kripto secara keseluruhan rebound segera setelah data ISM Manufacturing PMI AS dirilis lebih tinggi dari perkiraan. Angka tersebut turun menjadi 52,4 pada Februari 2026 dari 52,6 pada Januari, namun tetap di atas perkiraan pasar sebesar 51,8.
Pembacaan tersebut menandakan ekspansi di sektor manufaktur untuk bulan kedua berturut-turut. Pesanan baru terus meningkat, namun dengan laju yang lambat karena produsen barang menghadapi harga tinggi dan tarif.
Saham kripto seperti Strategy (MSTR), Marathon Digital (MARA), Coinbase (COIN), dan Robinhood (HOOD) melonjak 5 hingga 7%. Selain itu, saham Circle (CRCL) melonjak 15% dan saham Bitmine (BMNR) ditutup 7,48% lebih tinggi di USD20,40.
