ASIAWORLDVIEW – Selama puasa, metabolisme tubuh beradaptasi dengan ketiadaan makanan dan minuman selama beberapa jam. Energi cenderung lebih rendah sepanjang hari, membuat malas berolahraga. Namun buka berarti meninggalkan olahraga sama sekali.
“Anda bisa melakukan olahraga ringan, seperti yoga. Memilih waktu terbaik untuk melakukan yoga selama puasa dan durasi latihan selama puasa merupakan faktor penting,” sebut Anita, yoga expert di sela-sela kelasnya.
Yoga, aktivitas dengan intensitas rendah hingga sedang yang relatif lembut bagi tubuh saat energi terbatas. Kunci utamanya adalah memilih pose yoga yang lembut selama Ramadan dan membatasi sesi latihan sekitar 15 hingga 30 menit untuk menghindari kelelahan.
“Yoga bisa dilakukan sebelum berbuka puasa dengan intensitas ringan, atau yoga setelah shalat Tarawih dengan jeda yang cukup antara waktu makan. Manfaatnya pun ternyata sangat banyak,” ia menambahkan.
Baca Juga: Olahraga Jadi Terapi Alami untuk Kesehatan Mental
Yoga juga bisa meningkatkan kelenturan dan kekuatan otot. Meskipun asupan energi terbatas, tubuh tetap membutuhkan stimulasi untuk mencegah kekakuan. Pose yoga untuk menjaga stamina membantu mempertahankan kekuatan otot tanpa memberikan tekanan berlebihan.
Latihan peregangan lembut menjaga mobilitas sendi dan mengurangi nyeri akibat aktivitas sehari-hari. Dengan latihan teratur, postur tubuh terjaga dan risiko cedera akibat otot kaku diminimalkan.
Yoga untuk relaksasi selama Ramadan membantu menurunkan hormon stres dan meningkatkan kesadaran diri. Fokus pada napas dan gerakan menenangkan pikiran, meningkatkan kualitas tidur dan stabilitas energi.
“Teknik pernapasan yoga memainkan peran penting selama puasa. Latihan pernapasan dalam membantu meningkatkan pasokan oksigen ke otak, menenangkan sistem saraf, dan meningkatkan fokus serta kestabilan emosional,” jelasnya.
