ASIAWORLDVIEW – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah Indonesia berkomitmen menjaga iklim investasi tetap kondusif. Dalam pidatonya di hadapan para pengusaha Amerika Serikat di Washington DC, ia menekankan bahwa stabilitas ekonomi dan politik, kepastian hukum, serta pemberantasan korupsi dan praktik kartel menjadi fondasi utama untuk menciptakan lingkungan usaha yang sehat.
“Tidak ada satu pun yang akan berinvestasi di situasi atau di iklim yang serba tidak pasti, tidak stabil, atau bahkan kacau balau. Kami cukup beruntung karena Indonesia cukup stabil dalam jangka waktu yang panjang, situasinya cukup damai, kata Presiden Prabowo dalam pidatonya saat acara Business Summit 2026.
Prabowo menambahkan bahwa investor membutuhkan situasi yang stabil dan dapat diprediksi, sehingga pemerintah berupaya memastikan transparansi dan perlindungan hukum bagi semua pelaku usaha. Pernyataan ini sekaligus menjadi undangan bagi investor asing untuk memperluas bisnis di Indonesia, dengan jaminan bahwa iklim investasi akan terus dijaga agar tetap aman dan menarik.
Baca Juga: Penghematan APBN Rp308 Triliun, Prabowo Berjanji Lanjutkan Efisensi
“Kami pun melanjutkan kebijakan politik luar negeri bebas aktif, (kami) menghormati seluruh negara adidaya,” ia menmabahkan.
Prabowo menekankan bahwa bagi dirinya kompetisi adalah hal penting dalam kehidupan berbangsa maupun berpolitik. Ia melihat kompetisi sebagai sarana untuk menguji gagasan, kemampuan, dan komitmen setiap pihak. Namun, setelah proses kompetisi selesai, yang lebih utama adalah bagaimana semua pihak dapat kembali bekerja sama, berkolaborasi, dan saling berkompromi demi kepentingan bersama.
Sikap ini mencerminkan pandangan bahwa persaingan tidak boleh berakhir dengan perpecahan, melainkan menjadi fondasi untuk membangun sinergi yang lebih kuat dalam mencapai tujuan nasional.
“Ini keyakinan saya, dan saya pikir sejarah telah mengajarkan itu kepada kita bahwa negara dengan level perkembangan seperti Indonesia harus mengutamakan kompromi, kerja sama dan kolaborasi antarelite di negara kami. Kompetisi harus ada, tetapi kolaborasi dan kerja sama untuk kepentingan lebih banyak orang perlu diutamakan,” ujar Presiden menjelaskan strateginya menjaga stabilitas di dalam negeri.
Tidak hanya itu, Presiden Prabowo juga menyatakan penting untuk menjaga kepastian hukum dan tata kelola pemerintahan yang bersih, serta menjaga disiplin fiskal dalam mengelola keuangan negara.
