ASIAWORLDVIEW – Pasar kripto masih berada di bawah tekanan meskipun kontrak berjangka saham AS sempat naik sekitar 0,25% sejak tengah malam UTC. Bitcoin bergerak di kisaran USD 68.000 hingga 69.000, turun tipis sekitar 0,1–2% dalam 24 jam terakhir.
Sementara sejumlah altcoin seperti ZEC, XMR, dan HYPE terkoreksi lebih dalam hingga lebih dari 3%. Kondisi ini mencerminkan sentimen pasar yang masih lemah, terutama setelah tekanan jual besar-besaran pada akhir pekan.
Di sisi lain, Ethereum (ETH) justru menunjukkan sedikit pemulihan dengan kenaikan sekitar 0,4%, berusaha kembali ke level psikologis USD 2.000. Tekanan jual yang terjadi sebelumnya dipicu oleh aktivitas dompet besar yang menyetor ratusan juta dolar ETH ke bursa, sehingga meningkatkan volume penjualan.
ecara keseluruhan, pasar kripto masih bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah, meski ada tanda-tanda rebound terbatas pada aset tertentu seperti Ether.
Baca Juga: Tips Investasi Aman Kripto di Indonesia: Kenali Teknologinya dan DYOR
Ether dengan harga USD1.994,03 menjadi salah satu penyimpangan , naik 0,43% sejak tengah malam saat berusaha kembali ke level USD2.000. Kondisi ini terjadi setelah penjualan massal yang melelahkan pada akhir pekan yang dipicu oleh tekanan jual dari trader Garrett Jin.
Data on-chain menunjukkan dompet yang dikaitkan dengan Jin menyetor lebih dari USD540 juta ether ke Binance selama akhir pekan. Kondisi itu menyebabkan peningkatan volume penjualan yang tidak proporsional dibandingkan dengan bursa lain.
Tekanan tersebut menyebabkan kondisi oversold yang pada akhirnya membuka jalan bagi pemulihan pada Senin.
Emas diperdagangkan di level USD5.000, turun dari puncak USD5.600 pada 29 Januari. Namun outperform perak dan kripto, yang masing-masing turun 36% dan 21% dalam periode yang sama.
