ASIAWORLDVIEW – Industri kripto di Indonesia menunjukkan kontribusi signifikan terhadap penerimaan negara, dengan menyumbang pajak sebesar Rp 1,71 triliun. Angka ini mencerminkan pertumbuhan pesat sektor aset digital yang semakin diminati oleh masyarakat dan pelaku usaha. Sejak diberlakukannya regulasi pajak atas transaksi kripto, pemerintah berhasil mengoptimalkan potensi fiskal dari aktivitas perdagangan aset digital, baik melalui Pajak Pertambahan Nilai (PPN) maupun Pajak Penghasilan (PPh).
CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menyambut positif capaian tersebut. Menurutnya, penerimaan pajak kripto yang hampir menembus Rp 2 triliun mencerminkan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan di industri aset digital nasional.
“Kami mengapresiasi pencapaian penerimaan pajak kripto yang menunjukkan arah positif. Dengan tren transaksi dan minat investor yang terus meningkat, kami optimistis target penerimaan pajak kripto dapat melampaui Rp 2 triliun di akhir 2025,” ujar Calvin, dikutip dari keterangannya, Senin (27/10/2025).
Baca Juga: Analis: Pasar Kripto di Indonesia Bergerak Cepat, Menjawab Tren Global
Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai transaksi aset kripto nasional sepanjang Januari–September 2025 mencapai Rp 360,3 triliun, meningkat dari Rp 276,45 triliun pada Januari–Juli 2025. Peningkatan ini menandakan kepercayaan konsumen dan stabilitas pasar kripto nasional tetap terjaga di tengah dinamika global.
Kontribusi ini menandai kripto sebagai motor baru dalam memperluas basis penerimaan negara, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem ekonomi digital global yang terus berkembang. Data Kementerian Keuangan menunjukkan, penerimaan pajak kripto terdiri atas Rp 836,36 miliar dari Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 atas transaksi penjualan dan Rp 872,62 miliar dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dalam negeri.
Calvin menambahkan, kontribusi Tokocrypto terhadap total penerimaan pajak kripto nasional mencapai lebih dari 40%. Hal itu menjadikannya salah satu penyumbang terbesar di sektor ini.
“Kontribusi ini bisa lebih besar lagi, seiring dengan potensi pertumbuhan bisnis dan inovasi produk yang terus kami kembangkan hingga akhir tahun,” lanjutnya.
