ASIAWORLDVIEW – Mahkamah Agung Amerika Serikat telah menetapkan 20 Februari 2026 sebagai salah satu tanggal di mana mereka dapat mengumumkan putusan terkait legalitas tarif yang diberlakukan Presiden Donald Trump. Kasus ini berawal dari tantangan terhadap kewenangan presiden untuk menetapkan tarif luas melalui perintah eksekutif pada 2025.
Putusan tersebut sangat dinantikan karena tarif ini telah menimbulkan beban besar bagi para importir AS dan berdampak pada pasar global, termasuk kripto. Banyak pelaku pasar kripto berspekulasi bahwa Mahkamah Agung tidak akan mendukung tarif tersebut, sehingga muncul ekspektasi bahwa keputusan nantinya bisa memicu pergerakan harga signifikan. Namun, Mahkamah Agung belum memberikan sinyal pasti, sehingga ketidakpastian tetap membayangi hingga tanggal sidang berikutnya
Peserta pasar kripto terus memantau kasus ini, karena putusan yang menolak tarif tersebut dapat memberikan sedikit kelegaan bagi pasar. Tarif ini telah beberapa kali memicu sentimen bearish di pasar, dengan yang terbaru adalah ketika Trump mengancam akan memberlakukan tarif terhadap delapan negara Eropa, termasuk Prancis, Inggris, dan Jerman.
Baca Juga: Jumlah Investor Kripto di Indonesia Naik, OJK Perkuat Regulasi dan Perlindungan
Bitcoin turun setelah ancaman tersebut dan pulih secara signifikan ketika Trump mengumumkan bahwa ia akan mencabut tarif-tarif tersebut.
Tarif Trump juga menjadi pusat perhatian dalam crash kripto terkenal pada 10 Oktober tahun lalu. Bitcoin anjlok dari USD120.000 menjadi USD104.000 pada hari itu di tengah ancaman presiden AS untuk memberlakukan tarif 100% terhadap China.
Data Polymarket menunjukkan bahwa pedagang kripto masih bertaruh pada putusan Mahkamah Agung yang menolak tarif Trump. Saat ini, hanya ada 30% kemungkinan pengadilan akan memutuskan mendukung administrasi Trump.
Menjelang putusan potensial, presiden AS tampaknya melakukan beberapa kompromi. Seperti dilaporkan CoinGape, Trump kini mempertimbangkan untuk menurunkan tarif kunci, langkah yang juga dapat mengurangi inflasi dan membuka jalan bagi pemotongan suku bunga lebih lanjut, yang positif bagi pasar kripto.
South China Morning Post juga baru-baru ini melaporkan bahwa tarif Trump mungkin akan dicabut hingga satu tahun sementara pejabat mencari kemenangan ekonomi jangka pendek. Hal ini juga akan positif bagi harga kripto, karena perang dagang antara kedua negara menjadi sorotan utama tahun lalu.
