ASIAWORLDVIEW – YouTube telah berkembang menjadi salah satu sarana pembelajaran paling populer bagi anak-anak di Indonesia, menjangkau berbagai tingkatan usia dengan konten yang beragam. Platform ini tidak hanya menyediakan materi edukasi formal seperti pelajaran sekolah, tetapi juga membuka akses ke pengetahuan praktis, kreativitas, dan keterampilan baru yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
“Dengan kemudahan akses dan format visual yang menarik, YouTube mendorong generasi muda untuk lebih aktif mengeksplorasi dunia, menemukan minat baru, serta memanfaatkan peluang yang sebelumnya sulit dijangkau,” sebut Danny Ardianto, Kepala Hubungan Pemerintahan dan Kebijakan Publik YouTube Asia Tenggara, Selasa (10/2/2026), di acara Safer Internet Day 2026.
Konten edukatif di YouTube bersama para kreator dirancang untuk menjadi sarana yang efektif dalam mendorong perilaku daring yang positif di kalangan anak muda. Dengan gaya penyampaian yang kreatif, relatable, dan mudah dipahami, konten ini tidak hanya memberikan pengetahuan tentang literasi digital, tetapi juga mengajak audiens untuk lebih bijak dalam berinteraksi di dunia maya.
Baca Juga: Menko PMK: Teknologi Jadi Fondasi Pembangunan Manusia, Harus Dibarengi Tanggung Jawab
Kehadirannya menjadikan proses belajar lebih inklusif, interaktif, dan menyenangkan, jelasnya, sekaligus memperkuat peran teknologi digital dalam membentuk masa depan bangsa yang haus akan ilmu.
“Fondasi kepercayaan inilah yang memungkinkan YouTube tumbuh menjadi ruang kelas digital yang vital di mana 96% guru telah mempercayai dan menyertakan YouTube ke dalam tugas-tugas sekolah mereka,” ia menambahkan.
Melalui kolaborasi dengan Kemenko PMK dan Google, juga kreatr yang dekat dengan keseharian generasi muda memberikan pesan-pesan tentang etika digital. Selain itu, keamanan online, serta pentingnya menjaga kesehatan mental dapat tersampaikan dengan cara yang lebih menarik dan relevan.
“Fokus kami tetap pada upaya memastikan transisi digital ini didukung oleh ekosistem kepedulian yang mencakup seluruh lapisan komunitas. Lewat kerja sama erat melalui inisiatif seperti AKSI Digital dan kolaborasi dengan Kemenko PMK, kita dapat memastikan generasi penerus memiliki pengetahuan serta ketahanan yang mereka butuhkan untuk berkembang di era digital,” pungkasnya.
