Candi Prambanan Jadi Pusat Perayaan Shiva Festival 2026, Perkuat Warisan Budaya Nusantara

Candi Prambanan

ASIAWORLDVIEW – Prambanan Shiva Festival 2026 resmi digelar di kawasan megah Candi Prambanan, terletak di perbatasan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Festival ini menjadi perayaan budaya dan spiritual yang menonjolkan kekayaan tradisi Hindu, khususnya penghormatan kepada Dewa Shiva, sekaligus memperkuat posisi Prambanan sebagai salah satu pusat warisan dunia yang sarat nilai sejarah dan religius.

“Melalui Prambanan Shiva Festival ini diharapkan Candi Prambanan menghadirkan harmoni antara nilai spiritual dan dampak ekonomi ke masyarakat,” kata Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Enik Ermawati.

Acara ini tidak hanya menghadirkan ritual keagamaan, tetapi juga pertunjukan seni, musik, dan tari yang menggambarkan harmoni antara warisan leluhur dan kreativitas modern. Kehadiran festival tersebut diharapkan mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara, serta memperkuat citra Prambanan sebagai destinasi budaya unggulan di Asia Tenggara.

Baca Juga: Minat Wisatawan ke Yogyakarta Naik, Lampaui Bali dan Bandung

Di bawah siluet candi-candi yang sarat sejarah, festival ini menghadirkan penghormatan kepada Dewa Shiva sebagai pusat tradisi Hindu, sekaligus membuka ruang kontemplasi dan perayaan yang terasa relevan dengan kehidupan modern. Ritual keagamaan berpadu dengan pertunjukan seni, musik, dan tari yang dikemas secara estetik, menciptakan suasana di mana nilai-nilai leluhur bertemu dengan ekspresi kreatif masa kini.

Lebih dari sekadar agenda budaya, festival ini menawarkan pengalaman gaya hidup yang mengajak pengunjung merasakan kedalaman makna, keindahan visual, dan energi kolektif dalam satu momen, sekaligus memperkuat posisi Prambanan sebagai destinasi budaya unggulan Asia Tenggara yang mampu menarik perhatian wisatawan lokal maupun global.

Candi Prambanan memiliki nilai yang luar biasa sebagai salah satu kekuatan budaya Indonesia di mata dunia. Tidak hanya merepresentasikan keindahan arsitektur dan lanskap yang memukau, tetapi juga menghadirkan konsep living heritage yang terus hidup.

“Candi Prambanan ini merupakan warisan budaya yang hidup, kemudian kita rawat, kita pahami dan kita beri tempat terhormat di tengah hidup. Candi Prambanan dari sisi spiritual sudah tidak lagi diragukan sebagai pusat pemujaan Dewa Siwa, tetapi tentu kita berharap tidak hanya nilai spiritual, tapi bagaimana nilai spiritual ini juga dapat mendatangkan manfaat bagi masyarakat sekitar,” ia menambahkan.