BI: Penjualan Ritel Agustus Menguat, Inflasi Stabil Jelang Awal 2026

Bank Indonesia.

ASIAWORLDVIEW – Bank Indonesia memproyeksikan bahwa penjualan ritel nasional akan mengalami pertumbuhan pada Agustus 2025, dengan Indeks Penjualan Riil (IPR) diperkirakan naik sebesar 2,7% secara tahunan. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh peningkatan permintaan terhadap bahan bakar kendaraan bermotor, suku cadang dan aksesori, serta barang-barang budaya dan rekreasi, yang mencerminkan pemulihan konsumsi domestik di tengah tekanan ekonomi global.

“Kinerja ini didukung terutama oleh pertumbuhan suku cadang dan aksesori, bahan bakar kendaraan bermotor, serta barang-barang budaya dan rekreasi,” kata Ramdan Denny Prakoso, Direktur Komunikasi Bank Indonesia.

Secara bulanan penjualan diperkirakan mengalami kontraksi sebesar 0,3%, angka tersebut menunjukkan perbaikan signifikan dibandingkan penurunan 4,1% pada Juli. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau, serta sandang, turut berkontribusi dalam meredam penurunan bulanan.

Baca Juga: Saham Bullish Turun 12%, Analis Soroti Risiko Regulasi dan Valuasi Tinggi

Tren ini menunjukkan bahwa konsumsi rumah tangga tetap menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia, sekaligus mencerminkan ketahanan daya beli masyarakat di tengah dinamika inflasi dan perubahan musiman.

Kontraksi bulanan pada Juli terjadi setelah berakhirnya periode liburan dan cuti massal yang terkait dengan perayaan keagamaan dan libur sekolah.

Mengenai harga, tekanan inflasi dalam tiga bulan ke depan diperkirakan tetap stabil. Namun, dapat naik pada awal 2026. BI menyatakan outlook tersebut mencerminkan ekspektasi peningkatan konsumsi rumah tangga dan permintaan musiman pada awal 2026.