ASIAWORLDVIEW – Bank Indonesia (BI) optimistis bahwa inflasi akan tetap terkendali pada tahun-tahun mendatang. BI memperkirakan laju inflasi berada dalam kisaran sasaran 2,5 persen ±1 persen, atau sekitar 1,5 persen hingga 3,5 persen pada 2026 dan 2027. Keyakinan ini didukung oleh capaian inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada 2025 yang berhasil dijaga sesuai target.
“Inflasi yang tetap terjaga dalam kisaran sasarannya ini merupakan hasil dari konsistensi kebijakan moneter,” Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menyebutkan dalam keterangannya, Selasa (6/1/2026).
Langkah ini mencerminkan efektivitas kebijakan moneter dan koordinasi dengan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga. Dengan kondisi tersebut, BI menilai prospek inflasi ke depan masih stabil, sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan serta menjaga daya beli masyarakat.
Baca Juga: BPS Catat Inflasi 2025 Terkendali di Level 2,92 Persen
Selain itu, inflasi yang terjaga juga berkat eratnya sinergi pengendalian inflasi antara BI dan pemerintah baik pusat maupun daerah dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) dan penguatan implementasi Program Ketahanan Pangan Nasional.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis Senin (5/1), inflasi IHK Desember 2025 tercatat sebesar 0,64 persen (month to month/mtm), sehingga secara tahunan inflasi IHK 2025 menjadi 2,92 persen (year on year/yoy).
Inflasi IHK secara bulanan pada Desember 2025 meningkat dibandingkan inflasi November 2025 sebesar 0,17 persen (mtm). Kenaikan inflasi terutama disumbang oleh kelompok volatile food dan administered prices, sedangkan inflasi inti relatif stabil.
Inflasi kelompok inti tercatat sebesar 0,20 persen (mtm), relatif stabil dibandingkan realisasi bulan sebelumnya sebesar 0,17 persen (mtm), dengan inflasi terutama disumbang oleh komoditas emas perhiasan dan minyak goreng.
