Rahasia Teh Hijau, Mengandung Katekin Bantu Turunkan Tekanan Darah

Teh hijau.

ASIAWORLDVIEW – Teh hijau, minuman populer yang mengandung senyawa tumbuhan yang terkait dengan kesehatan jantung yang lebih baik. Penelitian menunjukkan bahwa teh hijau mungkin dapat membantu menurunkan tekanan darah secara ringan, namun, mengonsumsi terlalu banyak dapat menyebabkan masalah seperti efek samping kafein atau penyerapan zat besi yang berkurang.

Mengutip jurnal kesehatan berjudul Efek suplemen teh hijau pada tekanan darah pada dewasa: tinjauan sistematis yang dievaluasi dengan GRADE dan meta-analisis dosis-respons dari uji klinis terkontrol acak, tekanan darah merujuk pada jumlah tekanan yang diberikan pada dinding pembuluh darah Anda. Jika tekanan tersebut terlalu tinggi dalam waktu lama, hal itu dapat merusak organ dan meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan lainnya.

Selain faktor lain, pembuluh darah yang kaku dapat menyebabkan tekanan darah tinggi (hipertensi). Namun, di sinilah teh hijau berperan—teh hijau mengandung antioksidan bernama katekin yang mungkin membantu tubuh merelaksasi pembuluh darah dengan lebih mudah. Hal ini memungkinkan aliran darah yang lebih baik dan mungkin menurunkan tekanan darah.

Baca Juga: Cokelat Panas: Minuman dengan Manfaat Kesehatan Tersembunyi

Teh hijau juga mengandung senyawa yang mungkin dapat membantu menurunkan peradangan dan stres oksidatif, kondisi di mana tubuh memiliki terlalu banyak senyawa merusak sel yang disebut radikal bebas. Stres oksidatif dan peradangan dapat merusak pembuluh darah dan telah dikaitkan dengan tekanan darah tinggi. Minum teh hijau mungkin dapat mengurangi kerusakan semacam ini pada sel-sel Anda, sekaligus melindungi fungsi jantung.

Sebuah tinjauan tahun 2025 menyimpulkan bahwa suplemen teh hijau dapat menyebabkan penurunan tekanan darah yang kecil namun berarti. Konsumsi teh hijau dengan tekanan darah tinggi tidak memiliki risiko kematian akibat penyakit jantung yang lebih tinggi.

Teh hijau umumnya dianggap aman untuk kebanyakan orang. Namun, mengonsumsi terlalu banyak teh hijau dapat menyebabkan masalah kesehatan. Minuman ini mengandung senyawa bernama polifenol yang dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk menyerap zat besi non-heme, atau zat besi dari sumber tumbuhan. Beberapa penelitian menemukan bahwa minum teh bersama makanan dapat mengurangi penyerapan zat besi hingga 85%. Teh hijau umumnya tidak dikaitkan dengan kekurangan zat besi, meskipun mengonsumsi dalam jumlah besar dapat meningkatkan risiko Anda.

Satu cangkir teh hijau berukuran 12 ons mengandung sekitar 37 miligram kafein, yang jauh lebih sedikit daripada secangkir kopi standar. Namun, mengonsumsi teh hijau dalam jumlah berlebihan dapat menyebabkan efek samping kafein seperti detak jantung cepat, kegelisahan, sakit kepala, atau kesulitan tidur.

Pada dosis sangat tinggi, teh hijau dapat berinteraksi dengan nadolol, obat untuk masalah jantung dan hipertensi. Penelitian lain menunjukkan bahwa katekin, antioksidan yang terdapat dalam teh hijau, dapat berinteraksi dengan obat-obatan lain, termasuk kemoterapi, obat kolesterol tinggi, antibiotik, dan lainnya.