ASIAWORLDVIEW – Jahe dikenal sebagai salah satu rempah yang kaya akan antioksidan, yaitu senyawa alami yang berperan penting dalam melawan radikal bebas penyebab kerusakan sel tubuh.
Jahe memberikan sentuhan rasa yang khas namun menyegarkan pada teh, pai, smoothie, dan tumisan. Jahe segar membawa senyawa aromatik tambahan yang disukai orang untuk digunakan dalam masakan sehari-hari.
Para ilmuwan telah melakukan penelitian di laboratorium untuk menilai kandungan antioksidannya—dan menemukan bahwa jahe memiliki kadar tinggi yang membantu mengurangi peradangan. Menurut penelitian tahun 2020, jahe dapat memicu pelepasan protein pembawa pesan anti-inflamasi yang disebut sitokin sambil mengurangi protein pro-inflamasi, mengutip Health, Sabtu (13/12/2025).
Baca Juga: Menjelajahi Dunia Kopi Rempah: Dari Jahe Nusantara ke Kapulaga Timur Tengah
Gingerol, shogaol, dan zingerone adalah senyawa bioaktif utama yang terdapat dalam jahe dan dikenal memiliki efek antioksidan yang kuat. Antioksidan ini bekerja dengan menetralkan radikal bebas yang dapat merusak sel tubuh, sehingga membantu mencegah stres oksidatif yang menjadi pemicu berbagai penyakit kronis.
Senyawa spesifik di balik efek ini adalah gingerol. Ketika jahe dikeringkan, gingerol berubah menjadi shogaol, yang bahkan bisa lebih ampuh dalam beberapa pengukuran laboratorium. Studi menunjukkan bahwa gingerol dan shogaol mungkin memiliki sifat anti-tumor serta anti-inflamasi.
Selain itu, sifat antiinflamasi dari senyawa tersebut berperan dalam mengurangi peradangan, mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh, serta menjaga kesehatan jaringan dan organ. Dengan demikian, konsumsi jahe secara rutin dapat memberikan perlindungan alami bagi tubuh, meningkatkan daya tahan, dan membantu menjaga keseimbangan kesehatan secara menyeluruh.
Dengan sifat ini, konsumsi jahe secara rutin dapat berkontribusi pada pencegahan berbagai penyakit degeneratif, memperlambat proses penuaan, dan meningkatkan vitalitas tubuh. Selain itu, antioksidan dalam jahe juga mendukung kesehatan jantung dan metabolisme, menjadikannya rempah yang tidak hanya menambah cita rasa, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan yang signifikan.
