ASIAWORLDVIEW – Program AFS Global Future Leaders Network (GFLN) 2025 merupakan sebuah inisiatif pengembangan kepemimpinan global yang dirancang untuk membekali generasi muda dengan wawasan, keterampilan, dan pengalaman lintas budaya. Program ini berlangsung selama lima minggu dengan format pembelajaran campuran, menggabungkan sesi virtual dan kegiatan tatap muka yang interaktif. Peserta terpilih mendapatkan beasiswa penuh untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan intensif.
Kegiatan ini mencakup lokakarya keberlanjutan (sustainability workshops) guna memperdalam pemahaman tentang isu-isu global terkait pembangunan berkelanjutan, serta kunjungan langsung ke Kantor SKK Migas untuk mengenal lebih dekat praktik dan tantangan industri energi di Indonesia. Melalui pendekatan ini, GFLN 2025 bertujuan mencetak calon pemimpin masa depan yang memiliki perspektif global, kepedulian terhadap keberlanjutan, dan pemahaman nyata tentang dunia profesional.
Gatot Nuradi Sam, Executive Director, Bina Antarbudaya menjelaskan dalam acara Penutupan Program AFS Global Future Leaders Network 2025: Dukung Generasi Muda Berdaya Saing Global, Jumat (19/12/2025), “program ini juga menekankan pendalaman tema Sustainable Infrastructure dan Oil & Gas, sehingga peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga pengalaman praktis mengenai tantangan dan solusi di sektor energi dan infrastruktur berkelanjutan.”
Baca Juga: Perkuat Keterampilan Analitis dan Inovasi Siswa dalam AFS Global STEM Innovators
Tujuan utama GFLN 2025 sebagai wadah pembinaan calon pemimpin masa depan yang mampu merespons dinamika global secara efektif. Melalui rangkaian pembelajaran, diskusi lintas budaya, dan pengalaman langsung, peserta dilatih untuk menjadi individu yang adaptif terhadap perubahan, memiliki visi jangka panjang, serta mampu mengambil keputusan yang berdampak positif.
Kesiapan untuk berkontribusi secara nyata diwujudkan melalui pemahaman terhadap isu-isu global dan penerapan solusi inovatif yang berkelanjutan, sehingga lulusan GFLN 2025 diharapkan tidak hanya unggul secara personal, tetapi juga mampu berperan aktif dalam menjawab tantangan sosial, ekonomi, dan lingkungan di tingkat global.
Para peserta dibekali wawasan internasional dan keterampilan kepemimpinan yang aplikatif, sekaligus diajak memahami secara mendalam berbagai isu strategis masa depan. Misalnya, transisi energi, pembangunan infrastruktur berkelanjutan, dan transformasi digital.
“Kombinasi pembelajaran virtual, aktivitas tatap muka, serta pengalaman langsung di lapangan, membuat peserta diharapkan mampu mengembangkan visi yang luas, berpikir kritis, dan beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan,” sebut Fani Salsabila, Global Digital Program Specialist, Bina Antarbudaya.
“Hasil akhir yang saya dapatkan, kami siap menghadapi dinamika global, mampu mendorong inovasi, dan berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan di berbagai sector,” ia menambahkan.
