ASIAWORLDVIEW – PT Kalbe Farma Tbk resmi mengumumkan tiga tim pemenang Ristek Kalbe Science Awards (RKSA) 2025, yang dipilih dari 420 judul penelitian dengan tema “Kerja Sama Pentahelix dalam Menunjang Hilirisasi Penelitian.”
“RKSA 2025 adalah wujud komitmen Kalbe untuk memperkuat riset nasional. Kalbe meyakini bahwa Indonesia memiliki banyak potensi inovasi sains dan teknologi,“ jelas Irawati Setiady, Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk, dikutip Asiaworldview, Jumat (5/12/2025).
Ajang RKSA 2025 menjadi bukti komitmen Kalbe dalam memperkuat ekosistem riset nasional, khususnya di bidang kesehatan. Tiga tim peneliti yang terpilih menerima hibah penelitian karena dinilai memiliki potensi besar untuk dihilirisasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Inovasi yang ditampilkan mencakup teknologi EKG cerdas berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk diagnosis kesehatan, serta minuman fungsional antidiabetik yang berpotensi mendukung penanganan penyakit kronis di Indonesia.
Baca Juga: Kalbe Sukses Peringati Hari Ginjal Sedunia dengan Bangun Kesadaran Masyarakat
“Melalui RKSA, Kalbe menjembatani sinergi antara industri dan peneliti sekaligus mempercepat hilirisasi. Tujuannya adalah agar penerapan riset memiliki hasil berupa produk dan jasa yang bermanfaat, baik secara ekonomi dan sosial bagi masyarakat Indonesia,” ia menambahkan.
Acara penganugerahan berlangsung pada 3 Desember 2025 di Auditorium Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Jakarta, dan dihadiri oleh akademisi dari berbagai universitas ternamaAkurat.co+1. Presiden Direktur Kalbe Farma, Irawati Setiady, menegaskan bahwa RKSA adalah wujud nyata sinergi antara industri dan peneliti, dengan tujuan mempercepat hilirisasi riset agar hasil penelitian dapat segera diterapkan dalam bentuk produk inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Dengan RKSA 2025, Kalbe menunjukkan bahwa Indonesia tidak kekurangan peneliti hebat, dan bahwa kolaborasi lintas pemangku kepentingan (pentahelix) menjadi kunci untuk menjawab tantangan kesehatan nasional sekaligus mendorong lahirnya inovasi yang berdaya saing global.
