Agung Podomoro Land Pertahankan Stabilitas Pendapatan di Tengah Pasar Properti Melemah

Podomoro City

ASIAWORLDVIEW – PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) berhasil mencatatkan kinerja yang solid hingga Kuartal III 2025, meskipun pasar properti nasional masih menghadapi tekanan. Penjualan properti tetap menjadi sumber utama pendapatan perusahaan, didukung oleh kontribusi signifikan dari bisnis pusat perbelanjaan yang terus menunjukkan ketahanan.

Perusahaan terus menjalankan strategi adaptif dan mendorong efisiensi di berbagai lini bisnis. Berbagai langkah penting dilakukan untuk menjaga penjualan properti tetap bertumbuh ditengah kondisi ekonomi yang melambat dan daya beli yang menurun,” sebut Corporate Secretary APLN Justini Omas menjelaskan dalam keterangan resminya pada Rabu (26/11/2025).

Hingga Kuartal III 2025, APLN mencatatkan penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp2,64 triliun, terkoreksi 4,7% dibandingkan Rp2,77 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pada periode yang sama, pengakuan penjualan naik menjadi Rp1,65 triliun, atau tumbuh 1,2% dibandingkan kuartal III 2024 sebesar Rp1,63 triliun.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Optimistis Ekonomi Tumbuh 5,5% di 2025, Properti Jadi Motor Pemulihan

Sementara itu, pendapatan berulang dari sektor perhotelan dan mal sebesar Rp988,8 miliar, turun 13,3% dari Rp1,14 triliun. Adapun laba komprehensif Kuartal III-2025 tercatat sebesar Rp28,21 miliar.

“Di tengah tekanan yang dialami pasar properti nasional, kinerja APLN tetap berada pada level yang solid dengan minat konsumen yang terus terjaga terhadap produk hunian kami. Bisnis mall dan hotel juga memberikan pendapatan berulang yang tetap positif,” ia menambahkan.

Kombinasi kedua sektor ini membantu APLN menjaga stabilitas arus kas dan memperkuat posisi finansialnya di tengah kondisi pasar yang penuh tantangan. Pencapaian tersebut mencerminkan strategi perusahaan dalam mempertahankan portofolio bisnis yang seimbang antara pengembangan properti dan pengelolaan aset komersial, sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi pemegang saham dan menjaga keberlanjutan pertumbuhan.